Hiburan

Skandal Tambang Terbesar dari Indonesia

Ahad, 12 March 2017 09:05 WIB Penulis: Her/M-2

Dok. Film Gold

SEJAK pertengahan tahun lalu, banyak berita asing yang menyebut-nyebut Indonesia dalam film terbaru garapan sutradara Stephen Gaghan, yakni Gold. Film itu diangkat dari kisah nyata tentang skandal tambang emas terbesar yang pernah mengguncang dunia, yang lokasinya berada di pedalaman Busang, Kalimantan.

Nah, bagi yang penasaran, film tersebut akhirnya dipastikan masuk bioskop Tanah Air dalam waktu dekat. Meski banyak nama yang diganti dari kisah nyatanya, Gold mengadaptasi skandal penipuan tambang yang terkenal sebagai kasus Bre-X.

Di tengah kondisi kesulitan ekonomi, Kenny Wells (Matthew McConaughey) yang meneruskan usaha keluarganya, berusaha untuk mendapatkan investor. Dia mengajak ahli geologi bernama Michael Acosta (Edgar Ramirez) untuk bekerja sama. Acosta me­ngenal belantara Indonesia dengan baik, juga memiliki kedekatan dengan masyarakat, memudahkan mereka mendapat tenaga kerja untuk mencari emas, sesuatu yang belum pasti ditemui di sana.

Dalam proses penggalian demi mencari emas, Wells nyaris mati karena malaria. Namun saat tersadar, Acosta melaporkan temuan emasnya. Berbekal hasil lab dan estimasi soal prediksi kandungan emas di kawasan itu, Wells mendapatkan investor untuk menjalankan bisnisnya. Tapi investasi saja tidak cukup, dia harus berhadapan dengan Soeharto, Presiden Indonesia saat itu. Dalam film Gold, strategi memenangi hati Soeharto dilakukan dengan mendekati seorang anaknya.

Laporan-laporan Acosta soal kandungan emas di Busang, terus menggiurkan investor, menjadikan Washoe Mining Corporation milik Wells melejit, bahkan sukses di bursa efek New York. Setidaknya hingga kemudian mulai muncul temuan mencurigakan dari laporan-laporan Acosta.

Wells diinvestigasi dalam kasus penipuan itu, tapi dinyatakan tidak bersalah karena mengaku dia ditipu Acosta. Sementara itu, Acosta diberitakan meninggal dengan berbagai dugaan, mulai dibunuh rezim Soeharto, bunuh diri, atau hanya pura-pura mati.

Karena terkait dengan sejarah Indonesia, Gold memang menarik, tapi layak ditonton dengan kembali membuka kisah aslinya mengingat banyak penyamaran dan rekaan.

Di sisi lain, patut disayangkan film yang mengangkat skandal di Indonesia itu, justru syutingnya tidak dilakukan di negara ini. Hanya ada tayangan suasana Indonesia masa lalu di awal film, yang kemudian tampak kontras dengan latar filmnya yaitu ada taksi-taksi berwarna kuning.

Terlepas dari itu, film ini layak menjadi pengingat, perpaduan antara orang-orang bermental korup dan keserakahan mendulang harta, bisa membuat gelap mata. (Her/M-2)

Komentar