Eksplorasi

Kesepakatan Iklim tidak Cukup Mencegah Pencairan Es

Sabtu, 11 March 2017 09:00 WIB Penulis: Zico Rizki

AFP

AKHIR Desember 2015, lewat Perjanjian Paris (Paris Agreement), 196 negara telah menyepakati poin-poin pengurangan emisi. Meskipun sulit untuk menghentikan pemanasan global, melalui perjanjian itu negara-negara menyepakati langkah peredaman kenaikan suhu Bumi dengan batas di bawah 2 derajat Celsius. Dengan batasan kenaikan suhu, perubahan iklim diharapkan tidak terlalu ekstrem dan juga dapat menghentikan pencairan es Kutub Utara. Para peneliti juga menegaskan negara-negara untuk meratifikasi perjanjian itu sehingga langkah nyata mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan.

Status Perjanjian Paris kemudian mengikat secara hukum mulai 5 Oktober 2016, setelah syarat sedikitnya 55 negara telah meratifikasi. Nyatanya berjalannya Perjanjian Paris tidak cukup mencegah pencairan es di Kutub Utara. Baru-baru ini sebuah studi mengungkapkan bahwa es Kutub Utara akan tetap mencair meskipun pemanasan suhu Bumi berada di ambang batas yang ditentukan. Studi itu dilakukan dua peneliti dari Exeter University, James Screen dan Daniel Williamson.

Dalam hasil riset proyeksi es mereka yang diterbitkan dalam Nature Climate Change Journal, batasan 2 derajat Celsius dapat berarti 39% risiko menghilangnya es di lautan arktik pada musim panas. "Target 2 derajat Celsius tampatnya tidak cukup untuk mencegah kondisi ice-free Arctic (menghilangnya es dari Samudera Arktik)," kata peneliti. Mereka mendefinisikan ice-free Arctic sebagai keberadaan es yang kurang dari 1 juta kilometer persegi.

Samudera Arktik memang tidak akan benar-benar tanpa es karena sebagian es akan tetap berada di teluk seperti di utara Greenland. Jika negara-negara yang telah meratifikasi batasan tidak secara cepat melaksanakan kebijakan pengurangan emisi, terdapat kemungkinan lebih besar mencairnya es sekitar 73% pada musim panas. Mereka memperkirakan suhu akan naik 3 derajat Celsius dari tren sekarang. Screen dan Williamson mengemukakan bahwa diperlukan batas kenaikan suhu yang jelas dari ketetapan 'di bawah 2 derajat Celsius'.

Mereka menemukan jika negara-negara tersebut menetapkan apa yang dimaksud dengan 'di bawah 2 derajat' menjadi angka 1,5 derajat, probabilitas mencairnya es di lautan arktik akan berkurang menjadi 1/100.000 kesempatan pada musim panas. Keberadaan probabilitas tersebut tidak menafikkan bahwa meskipun terdapat peredaman hingga 1,5 derajat pun, selama pemanasan global masih terjadi, es di Kutub Utara akan tetap mencair. Mengapa 1,5 derajat Celsius menjadi batasan suhu?

Hal itu didapatkan para peneliti dengan membandingkan model iklim yang berbeda dari hilangnya es laut dengan perubahan yang sebenarnya selama satu dekade terakhir, serta kesepakatan dibawah 2 derajat Celsius. Seperti yang diketahui, beberapa juta kilometer persegi dari salju putih dan es di Kutub Utara memantulkan sebagian besar radiasi matahari yang menerpa dan kembali ke angkasa. Namun, ketika salju putih itu mencair, panas dari matahari akan masuk langsung dan terserap ke dalam laut biru, dan berdampak kepada percepatan perubahan iklim.

Es di laut Arktik saat ini mencakup sekitar 14 juta kilometer persegi maksimal pada musim dingin, dan 5 juta kilometer persegi minimal pada musim panas. Tanpa pemotongan oleh emisi gas rumah kaca, Kutub Utara dapat melihat musim panas ber-es pertama dalam waktu dua atau tiga dekade.

Ekosistem Terancam
Meskipun para ilmuwan yakin atas batas 1,5 derajat Celsius, secara teori, mereka jauh dari tujuan untuk melestarikan es Kutub Utara. Sejauh ini, suhu permukaan kutub utara telah naik lebih dari 2 derajat Celsius atau dua kali rata-rata global. Ancaman pencairan es laut Arktik tersebut, akan paling dirasakan manusia dan beruang kutub. Yang harus bersiap dan harus dibantu adalah masyarakat setempat yang kehidupan dan mata pencahariannya bergantung dari es yang bertahan melalui musim panas.

Sekarang, rumah-rumah iglo mereka jika ditelaah berada mulai jatuh ke permukaan laut. Lainnya, yaitu beruang kutub, para ahli mengatakan terdapat risiko yang lebih tinggi. Dengan menurunnya total populasi mereka menjadi sekitar 26 ribu, beruang kutub akan berjuang untuk bertahan hidup tanpa platform es mengapung (floating ice), termpat mereka berburu anjing laut dan mangsa lainnya. (AFP/The Guardian/M-3)

Komentar