Properti

Kawasan Bandung kian Diburu Pencari Properti

Jum'at, 10 March 2017 04:21 WIB Penulis: Ant/S-2

ANTARA/Andika Wahyu

KAWASAN Bandung saat ini kian dicari pembeli properti seiring dengan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur yang menghubungkannya dengan Jakarta yang mengakibatkan harga perumahan sepanjang 2016 rata-rata naik 2,4% setiap kuartal.

"Dengan harga median Rp9,5 juta per meter persegi," kata Country Manager Rumah.com Wasudewan dalam siaran pers, kemarin.

Pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung dan pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek, yang akan mempercepat perjalanan darat dari Jakarta menuju ke Bandung dan sebaliknya, menjadi salah satu penyebab tingginya harga properti di Bandung.

Wasudewa mengatakan ketika Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung pada Januari 2016, median harga perumahan di Bandung langsung melesat 4%, dari Rp8,9 juta per meter persegi pada kuartal IV 2015, menjadi Rp9,29 juta per meter persegi pada kuartal I 2016.

Data Rumah.com menyebutkan Bandung menjadi salah satu dari 10 lokasi favorit para pencari properti di Indonesia, sepanjang 2016.

"Data ini kami peroleh berdasarkan perilaku 3,4 juta konsumen properti di Indonesia yang mengakses 17 juta halaman Rumah.com setiap bulan," katanya.

Kenaikan harga properti di Bandung tidak hanya didorong pembangunan infrastruktur Jakarta-Bandung dan Jakarta-Cikampek, tetapi juga didorong adanya rencana pembangunan infrastruktur di wilayah Bandung sendiri, yang merupakan bagian dari konsep Bandung Proyek Mobilisasi Urban yang digagas oleh Pemerintah Kota Bandung.

Infrastruktur tersebut ialah light rail transit (LRT) Metro Kapsul, yang rencananya mulai dibangun pada tahun ini dan beroperasi tahun depan secara bertahap.

LRT tersebut akan membentang sepanjang 6 kilometer dari Stasiun Kereta Bandung di Kebonjati menuju Pasar Baru, Dalem Kaum, dan Tegallega.

Selain itu, rencana pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) yang akan membentang sepanjang lebih dari 27 kilometer dari Pasteur hingga Ujung Berung di Bandung Timur juga diyakini akan mengurai kemacetan lalu lintas.

Perkembangan infrastruktur tersebut akan berdampak terhadap kawasan yang dilintasi dan menjadi sorotan para pencari rumah dan investor properti, yaitu wilayah Bandung Timur.

Komentar