Otomotif

Asli dan Palsu Sulit Dibedakan

Kamis, 9 March 2017 04:51 WIB Penulis: (S-4)

THINKSTOCK

SETELAH sekian lama digunakan pada jangka waktu tertentu, kendaraan tentunya membutuhkan perawatan dan penggantian suku cadang. Hal itu dilakukan untuk menjaga kendaraan agar tetap dalam kondisi optimal dan selalu siap pakai. Pemilik kendaraan baru umumnya selalu rajin melakukan servis rutin di bengkel resmi selama garansi masih berlaku. Namun, untuk kendaraan yang sudah berumur, sebagian besar penggunanya melakukan perawatan di bengkel umum, termasuk pembelian suku cadang dengan sederet alasan ekonomi.

“Kalau di bengkel umum harganya lebih terjangkau. Kita juga bisa bebas memilih suku cadang. Kalau ada duit ya beli yang orisinal, tapi kalau dana pas-pasan bisa beli yang nonori bisa lebih murah,” tutur Sugiono, pengguna Toyota Starlet keluaran 1995, kepada Media Indonesia di Jakarta, pekan lalu. Sayangnya, Sugiono tidak menyadari ada banyak suku cadang palsu yang beredar di pasaran. “Sangat sulit membedakan antara suku cadang yang asli dan palsu,” ujarnya. Budi Udin Fakkar, modifikator kondang yang juga penggawa Jatayu Motor, mengakui untuk beberapa produk, keaslian memang lebih mudah diketahui melalui kemasan dan bentuk fisik. Namun, nyatanya saat ini pemalsuan komponen sudah semakin canggih. “Bahkan, jika dicermati ada sejumlah suku cadang palsu yang memiliki tampilan fisik lebih bagus jika dibandingkan dengan yang aslinya,” kata Budi di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia memperlihatkan dua produk kaliper rem sepeda motor merek Brembo. Kaliper pertama berwarna kelabu kusam dengan tulisan Brembo yang sedikit ‘bleber’, sementara yang lainnya dilabur cat merah menyala dengan tulisan khas Brembo dari bahan dasar yang mengilap dan sangat rapi serta presisi. “Yang asli justru yang pertama. Harganya dua kali lipat daripada yang merah. Soal keawetan? Jangan tanya. Yang merah baru dipakai beberapa bulan saja sudah gampang bocor,” jelasnya.

Fakta lainnya juga diungkapkan Juan P Delano dari PT Sumber Berkat, pemasok sejumlah komponen kendaraan Eropa. Dia memperlihatkan dua kampas kopling bermerek LUK. Keduanya memiliki tampilan yang sama-sama meyakinkan. Bedanya, yang asli memiliki embos logo LUK pada bagian kepala paku keling, sementara yang palsu menggunakan cetak sablon yang tak kalah rapi.

Modus serupa juga terjadi pada komponen dryer AC BMW. Yang palsu dibubuhi logo berupa sablon timbul yang sangat rapi lengkap dengan nomor register. Sementara itu, yang asli memiliki logo baling-baling berputar khas BMW dengan cara diembos. Dari contoh-contoh yang diperlihatkan, sulit bagi orang awam untuk bisa mengetahui keaslian produk-produk yang beredar di pasaran kalau tidak benar-benar hafal seluk-beluk komponen. Jalan satu-satunya ialah membelinya di diler resmi yang tentunya dibanderol lebih tinggi karena dilengkapi jaminan dan garansi resmi.

Masa pakai pendek
Deputy Director Marketing Communication PT Mercedes-Benz Indonesia (MBI) Hari Arifianto menegaskan perusahaannya sangat menentang penggunaan suku cadang palsu karena pada dasarnya pelanggan yang akan dirugikan. “Kami selalu mengedukasi konsumen setiap kesempatan soal pentingnya menggunakan suku cadang asli dari jaringan purna jual resmi karena hal itu berpengaruh pada garansi, kualitas, kenyamanan, serta keamanan kendaraan,” kata Hari. Menurut dia, harga suku cadang palsu memang lebih murah, tetapi bisa dipastikan usia pakai dan ketahanan jauh lebih rendah daripada suku cadang asli.

Alhasil, pelanggan akan menghabiskan waktu dan biaya yang lebih banyak karena interval penggantian suku cadang palsu yang jauh lebih pendek jika dibandingkan dengan penggunaan suku cadang asli. “Yang terparah amat mungkin menyebabkan kerusakan komponen lain karena perbedaan bahan, daya tahan komponen, serta bentuk dan ukuran,” pungkas dia.

Untuk mencegah penggunaan suku cadang palsu tersebut, menurut Hari, sebenarnya produsen otomotif bisa mengakalinya dengan berbagai cara yang diyakini bisa melindungi konsumen. “Seperti kami lakukan yakni setiap kendaraan baru Mercedes-Benz dilengkapi dengan ISP (integrated service package) yang fungsinya melindungi kendaraan selama tiga tahun. Program ISP dapat diperpanjang lagi untuk dua tahun tambahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan penggunaan suku cadang asli dari diler resmi tersebut bisa menjamin kualitas suku cadang kepada pelanggan. “Bahkan, guna menekan peredaran suku cadang palsu, kami menjalin kerja sama dengan kepolisian dan pemerintah agar pelanggan tidak dirugikan,” pungkas Hari. (S-4)

Komentar