Otomotif

Ekspor Toyota Melonjak 76%

Kamis, 9 March 2017 04:40 WIB Penulis: (Ria/S-1)

ANTARA/HO

EKSPOR kendaraan merek Toyota sepanjang Januari 2017 mencapai 15.400 unit atau meningkat 76% ketimbang periode yang sama 2016. Fortuner kembali menjadi tulang punggung ekspor PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dengan porsi 29%, yakni 5.000 unit, sedangkan Vios berada di posisi kedua sebanyaj 2.500 unit. Selain itu, Kijang Innova (1.100), Sienta (600), dan sisanya Yaris, Avanza, Rush, Townace/Liteace, dan Agya (6.200). “Kami harap performa positif ekspor awal tahun ini terus dipertahankan sehingga target peningkatan ekspor sebesar 10% pada 2017 dapat tercapai. Kami terus berupaya meningkatkan daya saing global produk kami agar diterima makin banyak negara tujuan,” ujar Direktur Direktur Senior TMMIN Edward Otto Kanter di acara Toyota Port Visit, di Indonesia Port Car di Tanjung Priok, rabu (8/3).

Pada 2016, ekspor TMMIN turun 4,3% menjadi 169.100 unit ketimbang tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 176 ribu kendaraan CBU. Peningkatan ekspor pada Januari, kata dia, karena menjelang akhir tahun Toyota meluncurkan produk dan line up baru yang mudah diserap pasar. Selain itu, harga minyak dunia membaik yang memengaruhi daya serap produk Toyota di kawasan Timur Tengah yang porsi ekspornya sekitar 50% dari total ekspor TMMIN. Sejak pertama ekspor pada 1987 hingga Januari 2017, TMMIN mencatat akumulasi volume ekspor kendaraan utuh sebanyak 1.065.100 unit dengan 80 negara tujuan.

Selain kendaraan utuh, TMMIN juga mengekspor kendaraan setengah jadi atau CKD (completely knocked down), alat bantu produksi di proses pengelasan (jigs), di proses pengepresan (dies), serta mesin bensin dan etanol utuh. Sepanjang Januari 2017, Toyota juga mengekspor 3.500 unit CKD dan lebih dari 6 juta komponen, sedangkan mesin utuh untuk tipe TR pada kendaraan IMV untuk Fortuner dan Kijang Innova, dan tipe NR untuk Vios, Yaris, dan Sienta mencapai sebanyak 10.150 unit.

Edward mengutarakan Toyota berkomitmen untuk berkontribusi positif pada pasar ekspor. “Menjaga kualitas produk yang diekspor merupakan faktor penting dalam peningkatan ekspor. Upaya-upaya peningkatan ekspor terebut, antara lain melalui pendalaman industri otomotif terutama industri komponen lokal. Dirut PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Armen Amir mengakui Toyota merupakan mayoritas pengguna pelabuhan ekspor itu. “Sekitar 80% adalah Toyota,” ujarnya. Menurut dia, sekitar 300 ribu dari 750 ribu unit total kapasitas ekspor kendaraan dikirim melalui Indonesia Port Car. Karena itu, pihaknya berupaya terus meningkatkan pelayanan. Direktur Administrasi TMMIN, Bob Azam menjelaskan keberhasilan Toyota di kancah domestik dan internasional tidak lepas dari pencapaian dan kerja keras sumber daya manusia yang selalu mengutamakan mutu. (Ria/S-1)

Komentar