Otomotif

Hobi yang Berawal dari Keluarga

Kamis, 9 March 2017 04:21 WIB Penulis: IQBAL MUSYAFFA iqbal@mediaindonesia.com

DOK. VW VAN CLUB

KELUARGA Bambang Abrianto merupakan salah satu dari sekian banyak keluarga yang memiliki kegemaran sama sebagai pecinta mobil VW Combi. Kegemaran atas mobil berbadan bongsor pabrikan Jerman itu berawal dari ayahnya, Oetojo Soemardjo, yang pada masa mudanya mendapatkan VW Combi dari kantornya. Kegemaran sang ayah terhadap kendaraan itu kembali terlihat dengan penambahan armada VW Combi.

“Selain itu, dulu waktu saya ujian SIM pakai mobil VW Combi. Terus mobil pertama saya juga VW Combi. Mobil ini besar jadi enak untuk dimodifikasi dan muat membawa apa saja,” cerita Bambang kepada Media Indonesia, Selasa (7/3). Karena ia terbiasa dengan VW Combi, kegemaran sang ayah atas mobil itu menurun ke dirinya. Pada 13 Oktober 1981, karyawan salah satu BUMN itu beserta 11 orang lainnya sesama penggemar mobil VW Combi memutuskan untuk mendirikan klub bernama VW Van Club (VVC) di Jakarta.

VVC, lanjut Bambang, merupakan satu-satunya klub yang berbadan hukum dan tercatat di notaris serta memiliki aturan AD/ART yang jelas. VW Van Club juga merupakan anggota dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta. Karena sudah berdiri lama, sejak para anggotanya masih berusia muda dan belum menikah, keakraban antaranggotanya sudah sangat erat, bahkan juga dengan keluarga sesama anggota.

“Alhamdulillah antaranggota sudah akrab dengan anggota keluarganya. Ada sebagian teman yang sama-sama dari masih bujangan sampai sekarang. Jadi, ada regenerasi keanggotaannya. Anak-anak dan keluarga kami sering ikut touring sehingga bisa akrab,” paparnya. Sebagaimana lazimnya klub ataupun komunitas hobi, VVC juga memiliki kegiatan tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun, yaitu bakti sosial, tur bersama anggota klub, ataupun menghadiri undangan dari klub VW lainnya. Sebelum mereka mengadakan tur, ada aturan yang harus dilakukan para anggota.

“Setiap mobil harus diperiksa kondisinya pada dua minggu sebelum berangkat. Ada dua montir yang ahli mesin VW siap memeriksa kondisi mobil anggota klub, mulai dari ban, kaki-kaki, kelistrikan, mesin, hingga wiper,” jelas Bambang. Klub itu sudah melintasi berbagai daerah, mulai Sabang, Lampung, Toraja, Bali, hingga Lombok. “Bulan depan rencananya anggota kami akan melakukan perjalanan darat ke Jerman selama satu bulan,” ungkap Bambang.

Turun-temurun
Kegemaran terhadap mobil VW Combi Bambang menular ke anaknya, Bagas Prakoso Brianto, siswa kelas 3 SMA. Sejak kecil ia sudah terbiasa diajak mengikuti kegiatan VVC. “Di komunitas ini saya bisa mendapat banyak ilmu dan informasi seputar mobil, khususnya VW Combi,” tuturnya. Antaranggota sering melalukan tukar informasi seputar bengkel, spare part, cara penanganan kalau terjadi masalah pada mobil, hingga montir yang khusus menangani mobil jenis ini,” ujar Bagas. Hal lain yang membuatnya ikut tertarik dengan VW Combi ialah sikap para anggotanya yang ramah dan kekeluargaan. Meskipun masih muda, ia tidak canggung untuk ikut kegiatan VVC bersama anggota klub lainnya.

Kegemaran akan mobil VW Combi secara turun-temurun juga ada pada keluarga Harvyanto Suharto. Karyawan sebuah perusahaan swasta itu menyukai mobil VW dari sang ayah yang sejak kecil sering diajak tur bersama VVC. “Ayah saya gabung VVC pada 1984. Saya resmi ikut keanggotaan pada 1999. Sekarang saya juga pengurus VVC sebagai kepala bidang keolahragaan,” ujarnya.

Diakui Harvyanto, rata-rata penggemar mobil VW Combi dilatarbelakangi ayah mereka juga merupakan penggemar mobil ini sehingga sudah terbiasa dan sudah mengenal seluk-beluk dan keunikan mobil tersebut. “Saya belajar mobil dulu pakai VW Combi. Kelas 5 SD saya sudah bisa pakai VW Combi. Karena mobil ini antik, simpel, meskipun fisik besar dan mesin di belakang, torsi yang dihasilkan tidak kalah dari mobil lainnya,” ungkap Harvyanto yang pernah menelusuri jalan darat hingga ke Sabang bersama VVC itu.

“Banyak hal positif yang saya dapatkan dari klub ini. Biasanya teman-teman seusia saya tahunya pulang pagi dan menghambur-hamburkan uang. Itu juga jadi alasan saya semakin menggemari VW Combi dan komunitasnya,” pungkasnya. (S-1)

Komentar