Features

Sukarno di Mata Raja Salman dan Warga Arab Saudi

Rabu, 8 March 2017 19:39 WIB Penulis: Dheri Agriesta

Ist

SAAT dijamu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al-saud justru mencari cucu Presiden pertama Indonesia Sukarno. Presiden Jokowi pun lantas memanggil Puan Maharani.

Puan tentu senang dengan kedatangan Raja Salman. Apalagi, Raja Salman masih mengingat sosok kakeknya.

"Jadi pada saat saya ketemu di Istana Bogor beliau mencari cucu Sukarno, mana cucu Sukarno, mana cucu Sukarno," kata Puan bercerita di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (8/3)

Menurut penuturan Puan saat itu Raja Salman menceritakan kenangannya tentang Sukarno. Satu hal yang paling diingat adalah kebiasaan Sukarno mengucapkan 'Saudara-saudara' saat berbicara di depan publik.

"Saya ingat Sukarno sering sekali mengatakan 'saudara-saudara'," kata Puan menirukan Raja Salman.

Kenangan Raja Salman kepada Bung Karno tak sesederhana itu. Raja Salman juga ingat beberapa ide yang dipaparkan Bung Karno saat berkunjung ke Arab Saudi.

Saat berkunjung, Bung Karno merupakan sosok yang mengusulkan pengaturan gelombang pelaksanaan sa'i dalam ibadah haji. Pun dengan perbaikan sumber mata air zam-zam.

"Bung Karno usul mengunakan saluran dan pakai kran, dulu belum ada, masih pake gayung, sekarang sudah tertata dengan baik," kata Puan.

Salman, kata Puan, juga ingat bagaimana Bung Karno memberikan ide penanaman pohon di Padang Arafah kepada Kerajaan Arab Saudi. Kedekatan itu, kata dia, membuat Kerajaan Saudi menganggap Indonesia sebagai sahabat karib.

Bung Karno berkunjung ke Arab Saudi pada 1955. Dalam kunjungannya Sukarno membawa sebuah pohon untuk ditanam di Padang Arafah dan beberapa titik lain. Pohon yang tumbuh rindang ini kemudian dikenal dengan nama Pohon Sukarno oleh masyarakat setempat.

Hubungan Indonesia-Saudi telah berlangsung lama. Saudi bahkan menjadi salah satu negara yang pertama kali mengakui Kemerdekaan Indonesia, pada 1947.MTVN/OL-2

Komentar