Pilkada

KPU DKI Jakarta Jangan Main Api Nanti Terbakar

Rabu, 8 March 2017 07:00 WIB Penulis: Nuriman Jayabuana nuriman@mediaindonesia.com

MI/M IRFAN

KOALISI partai politik peng­usung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memperingatkan KPU DKI Jakarta untuk menjaga netralitas selama penyelenggaraan pilkada putaran kedua. “KPUD itu harus hati-hati. Jangan main api, jangan membakar, dan jangan berpihak,” kata Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Ia meminta pada putaran kedua tidak terulang berbagai bentuk kesalahan penyelenggaraan seperti di putaran pertama.

“Anda KPUD jalan saja on the track. Kalau yang lalu-lalu, sudah. Yang jangan sekarang lagi. Ingat, Anda itu diawasi masyarakat. Jangan buat masyarakat marah,” ujar Oesman yang juga Wakil Ketua MPR itu saat bertemu sekjen dan perwakilan empat parpol pendukung pasangan calon Basuki-Djarot. Pertemuan tersebut dihadiri Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen NasDem Nining Indra Saleh, Sekjen Hanura Sarifuddin Suding, dan Ketua Umum PPP Djan Faridz. Selain itu, hadir Sekretaris DPW NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino, Wakil Ketua DPW NasDem DKI Jakarta Bestari Barus, dan Waketum Hanura Gede Pasek Suardika. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham berhalangan hadir karena sakit. Kritik kepada KPU DKI juga dilontarkan politikus PDIP Arteria Dahlan. Ia mengatakan rapor buruk penyelenggaraan tersebut muncul karena akrobat politik yang dilakukan komisioner KPU DKI.

“KPU DKI sudah mengambil kebijakan yang sesat terkait dengan pelaksanaan kampanye di putaran kedua,” ujarnya.
Menurut Arteria, ada unsur kese­ngajaan dalam pembuatan norma pelaksanaan kampanye di putaran kedua. Terlebih norma yang dijadikan landasan hukum kampanye tersebut baru dibuat ketika proses pilkada masih berjalan. “Dari aspek fairness, sangat tidak patut aturan dibuat di saat sudah ada aturan main,” imbuhnya. Dasar hukum kampanye hanya diatur di dalam peraturan KPU. Aturan itu hanya mengatur pelaksanaan penajaman visi misi di putaran kedua. Instrumennya pun juga jelas. Yang namanya penajaman itu tidak memerlukan aktivitas kampanye yang masif. Cukup debat publik.

Selain itu, penyempurnaan regulasi seharusnya diperkenalkan kepada seluruh peserta pilkada sebelum penyelenggaraan. “Kalau ada aturan baru, harusnya sejak awal diperkenalkan ketika mendaftar sehinga memenuhi unsur fairness,” ujar Arteria. Itu sebabnya ia yakin pembentukan aturan di tengah jalan akhirnya menuai kecurigaan campur tangan penyelenggara dalam kontestasi pilkada. “Jangan salahkan publik beranggapan aturan kampanye di putaran kedua hanya akal akalan KPU DKI. Bahkan bentuk keberpihakan dan hanya instrumen yang disiapkan untuk menjegal Basuki,” tambah Arteria.

Barometer politik
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pun memberikan perhatian kepada pelaksanaan putaran kedua ini. Ia menginginkan penyelenggaraan pilkada DKI Jakarta putaran kedua berjalan lancar dan aman. Wiranto juga meminta penyelenggara pilkada dan masyarakat menaati aturan yang ada dalam pelaksanaan putaran kedua. Hal itu penting karena pilkada menjadi acuan kualitas kepala daerah yang terpilih. “Punya kompetensi ya, punya integritas untuk membangun DKI dan sebagainya.” Kemarin merupakan hari pertama tahapan kampanye putaran kedua pilkada DKI Jakarta. Dua pasangan calon lolos pada putaran kedua ini. Mereka ialah Basuki-Djarot dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (Jay/P-2)

Komentar