Pilkada

Relawan Agus-Sylviana Dukung Basuki-Djarot

Ahad, 5 March 2017 06:03 WIB Penulis: (Gol/P-2)

DOK PDIP

RELAWAN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)-Sylviana Murni yang sudah mengalih­kan dukungan ke pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat diperkirakan mencapai 1.600 orang. Jumlah itu diprediksi akan terus bertambah hingga perhelatan putaran kedua pilkada DKI. Politisi PDIP Adian Napitupulu mengatakan seluruh relawan itu menyatakan dukungannya melalui komunitas pendukung petahana Basuki-Djarot, seperti Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) dan Solidaritas Merah Putih (Solmet).

“Kita bersyukur untuk setiap orang yang mau bergabung. Relawan itu umumnya nonpartisan dan ini hasilnya justru sangat luar biasa ketika mereka pindah,” ujar Adian di Sekretariat Basuki Djarot Centre, Jalan Kotabumi, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3). Menurutnya, massa pendukung Basuki-Djarot sudah teruji kualitasnya. Mereka tetap mampu bertahan di tengah badai yang datang menerpa, seperti fitnah, cercaan, ancaman, hingga perkara hukum duga-an penis­taan agama. “Karena secara politik dan semakin hari posisi kita semakin kuat. Apa pun fitnah yang disampaikan beberapa bulan ini tidak laku, kita semakin kuat, solid, dan mengkristal.”

Hal senada disampaikan Koordinator Sekretariat Basuki Djarot Centre, Sylver Matutina. Menurutnya, pada kesempatan itu pihaknya secara simbolis menyematkan seragam­ khas kotak-kotak kepada 20 relawan Agus-Sylvi. “Acara hari ini juga sekaligus untuk meresmikan kantor Basuki Djarot Centre yang akan kita perbanyak hingga tingkat RW. Kami juga di sini akan membekali para relawan dan saksi terkait upaya memenangkan Basuki-Djarot,” kata dia.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam penutupan Rakernas Redpem menilai pemilih pasangan Agus-Sylviana berpotensi mendukung Basuki-Djarot. Ia menilai strategi pemenangan dengan pelibatan relawan sangat perlu diperkuat. “Kalau kita lihat dari exit poll basis pendukung AHY, 43,4% berasal dari penduduk dengan penghasilan rendah sehingga mereka yang merasakan manfaat dari KJP, KJS, dan penataan rumah yang tak layak huni,” kata Hasto. (Gol/P-2)

Komentar