Hiburan

Drama Gelap tentang Sinar Rembulan

Ahad, 5 March 2017 03:31 WIB Penulis: IRFAN SATRYO WICAKSONO irfansatryo@mediaindonesia.com

DOK. FILM MOONLIGHT

CHIRON, bocah kulit hitam yang menjalani masa kecil yang pahit. Ia tinggal di Miami, Amerika Serikat, di lingkungan kulit hitam yang keras dan menjadi sarang penjual narkoba. Di rumah, ia dibesarkan orangtua tunggal, seorang ibu yang juga seorang pemadat. Di sekolah, ia sering menjadi sasaran risak kawan-kawan sebaya. Suatu kali, saat Chiron dikejar dan hendak dipukuli beberapa kawannya, ia bersembunyi di sebuah rumah kosong. Di sana, ia berjumpa dengan Juan, seorang penjual narkoba, yang menaruh simpati kepadanya. Kelak, Juan menjadi fi gur seorang ayah bagi Chiron. Cerita ini menjadi pembuka fi lm Moonlight, sebuah drama apik yang baru saja menyabet penghargaan best picture di ajang Oscar 2017.

Moonlight menyingkirkan La La Land, yang memang digadang-gadang bakal meraih kategori paling bergengsi dan paling ditunggu-tunggu di ajang tersebut. Bahkan, pengumuman pemenang kategori ini sempat diwarnai insiden konyol. Saat itu, Faye Dunnaway dan Warren Beatty salah membawa amplop dan mengumumkan La La Land sebagai jawara best picture. Lalu, seluruh kru naik ke atas panggung dan Fred Berger, salah satu produser La La Land, menyampaikan pidato terima kasih. Berger mengakhiri pidato itu. “Kami kalah,” ujarnya. Jordan Horowitz, produser La La Land lainnya, merebut mikrofon dan mengakhiri kebingungan publik ini. “Ada kesalahan. Moonlight, kalian yang menang best picture. Ini serius, kalian yang menang,” kata Horrowitz sambil memperlihatkan kertas yang bertuliskan ‘Moonlight’.

Tiga babak
Ya, Moonlight memang pantas menyabet gelar fi lm terbaik 2017. Ia punya alur cerita yang kuat. Musik pengiring yang sukses membangun suasana dan komposisi layar yang menghanyutkan. Lebih dari itu, para aktor mampu memainkan peran dengan luar biasa. Film ini dibagi ke dalam tiga bagian: Little, Chiron, dan Black. Ketiganya bercerita tentang satu orang, Chiron, di tiga periode berbeda: masa kecil, remaja, dan dewasa. Di bagian awal, kita sudah bertemu dengan Chiron kecil yang berjumpa dengan Juan. Alex Hibbert, pemeran Chiron kecil, mampu memerankan sosok bocah yang lemah, penuh tekanan, dan menjalani masa kecil dengan kesepian. Mahershala Ali, pemeran Juan, benar-benar menghadirkan keintiman seorang ayah. Adegan seperti mengajari Chiron berenang salah satu buktinya.

Selanjutnya, Chiron. Di periode ini Chiron diperankan dengan baik oleh Ashton Sanders. Chiron menjelma remaja yang mulai menemukan jati dirinya sebagai penyuka sesama jenis. Banyak adegan kuat di periode ini. Salah satunya ketika Chiron berkaca dengan wajah luka setelah dikeroyok kawankawan sebayanya. Saat dewasa, Chiron menjelma sebagai Black, seorang lelaki macho yang tangguh. Ia memakai gigi metal dan kalung rantai di lehernya. Meski begitu, Trevante Rhodes si pemeran Chiron di periode ini, mampu menunjukkan gambaran masa-masa pahit lewat sorot matanya. Puncaknya, ketika ia bertemu lagi dengan ibunya di sebuah panti rehabilitasi.

Di sana, ia menangis. Peran Naomi Harris sebagai Paula, ibu Chiron, tak bisa dilupakan begitu saja. Kita akan diajak melihat perkembangan karakter seorang ibu yang berantakan dalam mengurus anak satu-satunya menjadi ibu yang rupanya punya cinta begitu besar kepada anaknya. Perkembangan karakter Paula, juga tokoh-tokoh lain, menjadi salah satu kekuatan di film ini. Moonlight menawarkan sebuah kisah yang mendalam. Kisah seorang lelaki kulit hitam yang berusaha menjadi dirinya sendiri. Ia menghadapi tekanan dari lingkungan yang keras dan keluarga yang berantakan.

Poin utamanya, barangkali, ialah cerita Juan kepada Chiron kecil saat mereka selesai berenang di pantai dekat Miami. Saat itu, Juan bercerita tentang masa kecilnya yang bandel dan gemar bermain kejarkejaran bersama temannya saat malam hari. Seorang nenek berkata kepadanya, “Di bawah cahaya bulan, bocah kulit hitam terlihat biru.” Juan berkata kepada Chiron kecil yang duduk di sampingnya bahwa tak ada yang boleh membiarkan orang lain memutuskan kita akan jadi (terlihat) seperti apa. “Kaulah yang harus memutuskan sendiri.” (M-4)

Komentar