Eksplorasi

Mesin Ultra Detektor Materi Gelap

Sabtu, 4 March 2017 03:30 WIB Penulis: Hnf/Grt

DOK. FERMILAB

BARU-BARU ini para ilmuwan telah menciptakan mesin ultra sensitif yang dapat mendeteksi materi gelap.

Mesin yang dijuluki 'bilik gelembung' tersebut diklaim 17 kali lebih sensitif jika dibandingkan dengan peralatan sebelumnya.

Pacific Northwest National Laboratory sebagai lembaga penelitian yang menaungi proyek tersebut menjelaskan cara kerja bilik gelembung tersebut pada dasarnya melalui sensor yang sensitif terhadap gerakan dan akan berbunyi seperti alarm ketika ada partikel materi gelap yang menabraknya.

Bilik tersebut berisi cairan yang memiliki temperatur tepat di bawah titik didihnya.

Ketika sebuah partikel kecil dalam jumlah tertentu datang menabrak, gelembung tersebut akan meletus.

Cara tersebut sangat bergantung pada suhu dan suara agar partikel materi gelap tersebut dapat ditemukan.

David Asner, kepala ilmuwan untuk fisika partikel di PNNL dan anggota Kolaborasi PICO, menyatakan dengan adanya sensitivitas tersebut, ia berharap tidak ada lagi dasar dari jenis radiasi lain.

Ia juga berharap adanya mesin tersebut dapat membantu ilmuwan untuk menemukan salah satu jenis materi gelap yang disebut weakly interacting massive particles (Wimps).

Materi gelap merupakan materi yang tidak terlihat karena tidak memantulkan cahaya.

Jumlahnya sekitar 27% dari alam semesta. Materi tersebut tidak dapat dilihat secara langsung.

Melalui teleskop itu, keberadaannya dapat diketahui karena efek gravitasi.

"Sebenarnya kita tahu materi gelap itu ada, tapi tidak pernah dapat diamati secara langsung," ujar European Space Agency.

Materi gelap diduga menguasai galaksi, dengan materi yang dikenal seperti atom dan partikel subatom hanya sekitar 5% dari semesta.

Minggu lalu NASA menyatakan telah mendeteksi sinyal misterius yang terlihat di pusat galaksi Andromeda.

Sinyal tersebut diduga bisa menjadi bukti keberadaan materi gelap.

Sinyal yang terdeteksi melalui teleskop milik NASA tersebut diduga mirip dengan sinar gamma yang terlihat di pusat galaksi Bimasakti serta memiliki distribusi yang tidak terduga.

Para peneliti belum mengetahui apa yang memproduksi sinar-sinar tersebut. Namun, mereka memiliki beberapa hal yang dapat menjelaskan hal tersebut, termasuk materi gelap.

Hal itu tentunya menarik minat para peneliti untuk mendalami materi gelap tersebut.(dailymail.co.uk/Hnf/Grt)

Komentar