Nusantara

LPDB Salurkan Rp100 Miliar untuk Koperasi di Kupang

Jum'at, 3 March 2017 16:45 WIB Penulis: micom

Kemas Danial---ANTARA/Audy Alwi

LEMBAGA Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM menyediakan dana Rp100 miliar guna membantu pengembangan koperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, jika dinas koperasi mampu mengelola dana bergulir ini secara baik, LPDB bisa mengalokasikan dana lebih dari yang ada.

Hal ini dikatakan Dirut LPDB, Kemas Danial pada acara pembukaan Sosialisasi dan Bimtek LPDB yang digelar di Hotel Swiss BelInn Kristal Kupang, Kamis (2/3) siang. Turut hadir dalam kegiatan bimtek ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman, dan sejumlah pejabat lainnya. Kegiatan bimtek LPDB diikuti sekitar 300-an pengurus koperasi dan UKM di Kota Kupang dan sekitarnya.

Menurut Kemas, dana yang disiapkan LPDB merupakan dana bergulir kredit lunak dan bukan dana hibah sehingga harus dikembalikan oleh koperasi. Bunga kredit dana bergulir ini sangat kecil cuma 0,3 persen perbulan. Bahkan untuk sektor rill disiapkan dengan bunga kredit 0,2 persen perbulan. "Bagi kepala dinas yang tidak mampu kelola, kita akan alihkan ke daerah lain," kata Kemas.

Dikatakan Kemas, bimtek LPDB digelar agar masyarakat NTT terutama pengelola koperasi dan UKM mendapat pemahaman yang baik bagaimana cara mendapatkan pinjaman dana bergulir tersebut dan bagaimana mengelolanya.
Selama ini penyaluran dana LPDB tidak gencar disosialisasikan supaya tidak menggangu penyaluran dana KUR dari pemerintah.
Kemas menambahkan, dana LPDB sudah digulirkan sebanyak Rp8,1 triliun pada tahun 2016.

Sangat rugi jika masyarakat NTT tidak memanfaatkan dana bergulir yang disiapkan LPDB ini. "Kami datang membawa uang ke NTT. Ini bukan omong kosong belaka. Kami sudah bantu Koperasi Telenta Kupang Rp7 miliar," kata Kemas.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K Harman dalam sambutannya mengatakan, tahun 2008/2009 dana LPDB mulai dikembangkan dan dimanfaatkan. Tapi belum banyak dikenal masyarakat.

"Waktu pertama dikembangkan dana LPDB, saya masih Ketua Komisi VI DPR RI. Tapi meski saya sekarang di Komisi III DPR RI, tapi masih ada kaitannya terutama menyangkut masalah hukum," kata Harman.

Menurut Harmam, tahun sebelumnya ia membawa Dirut LPDB Kemenkop dan UKM ke Maumere-Flores. Saat itu, Koperasi Obor Mas Maumere mendapat bantuan dana bergulir Rp50 miliar dari LPDB. Kerena itu, kata Harman, penyaluran dana bergulir LPDB dilanjutkan ke daratan Timor dan Sumba. Kehadiran LPDB sangat penting bagi masyarakat NTT, karena ketika turun ke masyarakat sebagai anggota dewan, yang selalu ditemui adalah pengeluhan masyarakat soal dana.

"Masyarakat punya keterampilan tapi tak punya modal. Karena itu, atas nama masyarakat NTT saya mengucapkan terima.kasih kepada Dirut LPDB karena mau membawa uang ke provinsi ini. Dirut LPDB, pak Kemas datang ke
NTT membawa terang, membawa cahaya. Jadi manfaatkan dana ini dan jangan main-main dengan dana ini," kata Harman.

Harman berharap, masyarakat NTT memanfaatkan dana LPDB yang disalurkan melalui koperasi. Manfaatkan dana tersebut sebaik-baiknya demi peningkatan taraf hidup keluarga. RO/OL-2

Komentar