Kesehatan

Pola Minum Keliru Picu Penyakit Kronis

Jum'at, 3 March 2017 07:46 WIB Penulis: Ind/H-2

Dok. Kemenkes

ANAK-ANAK harus dibiasakan minum air putih dan mengurangi kebiasaan minum manis karena asupan pola hidrasi yang kurang baik, dengan kandungan banyak gula pada minuman, memicu beragam penyakit kronis, antara lain diabetes, ginjal, dan obesitas.

Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dr Budi Wiweko SpOG menjelaskan minuman yang paling sehat dikonsumsi ialah air putih yang tidak berbau, berasa, dan punya kadar asam yang netral.

Sebaliknya, jenis minuman ringan dengan banyak gula yang dikonsumsi terus-menerus bisa mengakibatkan diabetes dan obesitas.

"Beberapa negara maju telah menyadari penyakit diabetes, kardiovaskular, dan obesitas terkait erat dengan pola hidrasi sejak anak-anak. Amerika, misalnya, kasus obesitasnya tinggi karena mereka banyak mengonsumsi minuman ringan bergula dengan pemanis," kata Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG) itu saat peluncuran gerakan Ayo Minum Air (Amir), kemarin.

Gerakan Ayo Minum Air digelar menjelang Hari Ginjal Sedunia pada 9 Maret.

Salah satu perusahaan yang mendukung kegiatan itu ialah Danone Aqua.

Pada acara tersebut hadir pula Menteri Kesehatan Nila Fadila Djuwita Moelek.

Lebih lanjut ia menjelaskan anak-anak suka mengonsumsi minuman manis karena produk itu mudah ditemukan di sekitar rumah ataupun sekolah.

Oleh karena itu, para guru juga penting untuk diedukasi agar mengimbau murid-murid banyak minum air putih.

Ketika ditanya tentang banyaknya produk air putih dalam kemasan yang mengkalim memiliki kandungan tertentu, Budi mengatakan belum ada bukti atau penelitian ilmiah manfaatnya pada kesehatan.

Menurutnya, air yang paling baik diminum ialah air putih.

"Kalau ada air alkali, air deminerisasi, air oksigenasi, belum terbukti secara ilmiah manfaatnya untuk kesehatan, sehingga kita memberi masuk-an kepada Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) supaya iklan jenis air harus didasarkan bukti penelitian," terangnya.

Komentar