Kesehatan

CRRT, Menggantikan Fungsi Ginjal di saat Kritis

Rabu, 1 March 2017 05:15 WIB Penulis: (Nik/H-2)

THINKSTOCK

KETIKA seorang pasien dalam kondisi kritis, organ-organ vital dalam tubuhnya tidak bisa berfungsi dengan baik. Karena itu, ia memerlukan perawatan khusus di unit perawatan intensif (ICU) yang dilengkapi peralatan medis penunjang kehidupan. Alat-alat itulah yang akan mengambil alih tugas organ-organ vital tersebut untuk sementara waktu. Di era terdahulu, di ICU keberadaan alat ventilator untuk membantu pernapasan dan obat-obatan pemacu kerja jantung menjadi tumpuan harapan. Seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran, muncul peralatan baru yang semakin melengkapi kebutuhan pasien kritis. Salah satunya, mesin untuk terapi pengganti ginjal berkelanjutan (continuous renal replacement therapy/CRRT). Alat itu merupakan pengganti fungsi ginjal.

"Sekitar 70% pasien yang masuk ICU mengalami gagal ginjal akut. Karena itu, keberadaan CRRT sangat diperlukan," ujar dokter konsultan intensive care Rumah Sakit pondok Indah (RSPI)-Pondok Indah, Jakarta, Yohanes W George, dalam diskusi bertajuk Teknologi Medis dari Masa ke Masa, yang digelar sebagai rangkaian HUT ke-30 RSPI Group, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

George menjelaskan, berbeda dengan gagal ginjal kronis yang prosesnya terjadi bertahun-tahun, gagal ginjal akut pada pasien ICU terjadi 'tiba-tiba' karena penyakit yang dialami. Misalnya, pada ibu hamil yang mengalami preeklampsia. "Pada pasien preeklampsia, terjadi kebocoran cairan tubuh hingga merendam organ-organ vital, termasuk ginjal. Ginjal tidak lagi dapat membuang kelebihan carian dan sisa-sisa metabolime melalui pembentukan urine," kata dokter spesialis anestesi itu.

Prinsip kerja CRRT mirip dengan mesin hemodialisis yang dipakai para pasien gagal ginjal kronis, yakni menyedot darah untuk dibersihkan kemudian mengembalikan darah yang sudah 'bersih' kembali ke tubuh pasien. Bedanya, CRRT didesain khusus untuk pasien-pasien kritis. "Pasien ICU umumnya mengalami kegagalan multiorgan sehingga kondisinya sangat lemah. Kerap kali, tekanan darah pasien terlalu rendah sehingga tidak bisa ditangani dengan mesin hemodialisis. Dengan CRRT, ketika tensi pasien hanya 80 (mmHg) sekalipun, bisa ditangani," imbuh George.

Multifungsi
Dengan perannya yang menggantikan fungsi ginjal, CRRT membersihkan darah dari sisa metabolisme yang bersifat racun bagi tubuh, membuang cairan tubuh berlebih, juga membuang zat-zat inflamasi (peradangan) yang diproduksi tubuh dalam upaya melawan penyakit. Tak hanya itu, dalam perkembangannya CRRT juga bisa dipakai untuk memberikan terapi antibiotik di luar tubuh pasien. "Caranya, antibiotik ditanam pada komponen mesin CRRT. Lalu, darah dari tubuh pasien dialirkan melalui komponen tersebut untuk membunuh bakteri-bakteri. Darah yang sudah 'bersih' dialirkan kembali ke tubuh pasien."

Kemampuan tersebut, kata George, sangat menguntungkan bagi pasien ICU, mengingat kondisi mereka yang kritis tidak memungkinkan untuk menerima beban efek samping obat-obatan antibiotik. Dengan beragam kemampuan tersebut, menurut George, CRRT mendongkrak keberhasilan penanganan pasien ICU. "Di RSPI-Pondok Indah, misalnya, angka keberhasilan penanganan pasien preeklampsia mencapai 90%, salah satu faktornya berkat alat ini," kata George.

Ia pun menilai, idealnya CRRT dimiliki setiap unit ICU rumah sakit besar. Namun, karena harga mesin dan biaya operasionalnya terbilang sangat mahal, keberadaan alat itu di Indonesia masih jarang. Terkait dengan hal tersebut, Chief Executive Officer RSPI Group, Yanwar Hadiyanto, mengatakan peralatan medis berteknologi baru memang mahal. "Namun, kami menyadari adopsi teknologi baru harus dijalani untuk bisa melayani pasien dengan lebih baik," ujarnya. Selain CRRT, lanjutnya, perangkat medis berteknologi canggih yang dimiliki RSPI Group, antara lain USG 4 Dimensi dan MRI 3T Skyra. "Dengan peralatan tersebut, proses diagnosis, deteksi dini, dan identifikasi masalah kesehatan menjadi lebih cepat dan akurat, selain itu juga dapat meminimalkan risiko penanganan pada pasien," imbuhnya. Ia berharap, keberadaan peralatan tersebut menambah kepercayaan masyarakat sehingga tidak perlu ke luar negeri untuk memperoleh terapi medis yang dibutuhkan. (Nik/H-2)

Komentar