Khazanah

Beragam Jenang Solo

Ahad, 26 February 2017 05:31 WIB Penulis: instagram.com/festivaljenang

Sumber foto: instagram.com/festivaljenang

DARI beragam sajian jenang, ada 17 jenang yang berasal dari Kota Solo. Jenang ini bukan sembarang jenang karena ada nilai filosofis yang dikandungnya.

Jenang abrit petak

Dalam bahasa Jawa, abrit artinya merah dan 'petak' adalah putih. Jenang manis ini menggambarkan asal usul manusia.

Jenang saloko

Jenang ini berwarna putih dan rasanya gurih. Dalam filosofi warna, putih itu berarti suci. Sama seperti jenang ini. Jenang Saloko punya filosofi sebagai pengingat kepada Tuhan. Kesucian itu hanyalah milik-Nya. Manusia sebagai makhluk-Nya harus selalu bisa mengendalikan dirinya sebagai jalan untuk mengenal Tuhan.

Jenang suran

Jenang yang biasanya disajikan dengan lauk-pauk seperti sambal goreng, suiran telur dadar, perkedel, klengkam, lalapan timun, dan kemangi ini mengajari manusia untuk menghargai waktu bahwa waktu itu terbatas dan selalu ada siklusnya.

Jenang grendul

Jenang ini lumayan mudah didapatkan di masa sekarang. Jenang grendul mengajarkan bahwa hidup itu seperti cakra panggilingan: kadang ada di atas, kadang pula di bawah. Supaya punya keharmonisan hidup, kita perlu berkawan dengan perbedaan-perbedaan yang ada di sekitar.

Jenang lahan

Hampir sama dengan jenang saloko, jenang lahan kerap disajikan tanpa 'hiasan'. Bedanya, jenang ini lebih encer dan memiliki tekstur tidak rata. Nilai yang ada di dalamnya yakni saat di hadapan Sang Pencipta, manusia harus bisa meninggalkan kenegatifan diri.

Jenang kolep

Jenang kolep sering diberi garis-garis warna sebagai toping. Warna-warna itu sebagai lambang bahwa ada banyak perbedaan yang ada dalam masyarakat. Kita dituntut untuk menghargai dan menghormati perbedaan tersebut.

Jenang taming

Jenang ini merupakan perpaduan dari jenang pati, jenang sumsum, jenang grendul, dan jenang lang. Belajar menjaga kekuatan dan mengenali kelemahan serta dengan selalu berdoa kepada Tuhan adalah maksud dari jenang ini.

Jenang koloh

Hampir sama dengan jenang kolep, tetapi perbedaan terletak pada toping-nya. Bentuk toping bukan garis-garis dan warna yang dipilih kebanyakan cerah. Secara tersirat, jenang koloh mengajarkan agar manusia selalu berproses untuk menuju kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat.

Jenang sum-sum

Pasti kamu sudah sering mencicipinya, kan? Karena ada juruh (kuah) gula jawa, menjadikan jenang ini punya rasa manis-gurih. Tahu enggak jenang sum-sum melambangkan kelamahan dan kekuatan yang selalu melekat dalam diri manusia?

Jenang lang

Jika biasanya jenang disajikan dengan santan, jenang lang justru disuguhkan dengan air kelapa dicampur gula pasir. Jenang lang punya hakikat untuk selalu melihat sesuatu dengan dimensi luas, tapi tetap fokus dengan tujuannya.

Jenang manggul

Cukup unik karena jenang ini dicampur dengan kecambah. Jenang manggul berarti sebagai generasi penerus harus menjunjung kebaikan dan pengetahuan yang diwariskan leluhur.

Jenang timbul

Jenang yang dihidangkan secara orisinal ini ditusuk-tusuk terlebih dahulu sebelum disajikan. Jenang ini mengingatkan manusia agar selalu berharap kepada Tuhan.

Jenang 4 warni

Dari namanya pasti sudah bisa menebak bentuk jenang ini. Mirip seperti jenang koloh dan jenang kolep, jenang 4 warni ada juga hiasan di atasnya. Jenang ini terdiri dari warna putih, merah, kuning, dan hijau.

Putih menyimbolkan diri yang terbebas dari sifat-sifat tercela. Merah adalah amarah. Kuning melambangkan aluamah atau nafsu yang selalu menyesali perbuatannya, baik terpuji maupun tercela. Hijau melambangkan nafsu duniawi.

Jenang pati

Jika biasanya jenang dibuat menggunakan tepung beras. Jenang pati dibuat dari tepung kanji yang dipadukan dengan ubi rebus. Jenang pati melambangkan kepasrahan manusia kepada Sang Pencipta.

Jenang ngangrah

Jenang ini dibuat dari beras ketan sehingga punya tekstur yang lebih lengket. Karena dicampur dengan gula jawa, jenang ini punya warna merah. Ini merupakan perwujudan dari sifat amarah yang ada pada manusia. Amarah wajib dikendalikan.

Jenang lemu

Biasanya dihidangkan dengan sambal goreng krecek dan kacang tholo. Jenang lemu adalah perlambang dari semngat dalam menjalani hidup.

Jenang katul

Sesuai dengan namanya, jenang ini menggunakan katul sebagai bahannya. Jenang katul mempunyai arti bahwa manusia tidak bisa berdiri sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain.

Komentar