Hiburan

Proyek Pulang sang Sutradara

Ahad, 26 February 2017 03:31 WIB Penulis: Ben/M-4

DOK. VISINEMA PICTURES

SEBAGAI sutradara, Angga Dwimas Sasongko telah menjelajah tempat jauh. Keluar masuk perkebunan kopi untuk Filosofi Kopi (2015), mencari cahaya perdamaian ke timur jauh dalam Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2013), dan memotret kisah eksil 1965 di negara yang dingin di Surat dari Praha (2016).

Kali ini ia ingin pulang ke kawasan yang dekat dengan dirinya. Proyek kali ini, pria berusia 32 tahun itu membuat film Bukaan 8.

"Tiga tahun terakhir, film-film saya cenderung serius dan berat. Sekarang, saya ingin kembali merasakan masa-masa awal saat saya membuat film. Membuat film tanpa beban, tak perlu riset panjang karena materi-materinya personal," tutur Angga, seusai pratayang film Bukaan 8 di Epicentrum, Jakarta, Senin (20/2).

Film berdurasi 102 menit itu mengangkat kelahiran anak pertama dari pasangan Alam (Chicco Jerikho) dan Mia (Lala Kemala). Momen kelahiran itu digunakan Alam untuk merebut hati mertuanya Abah (Tyo Pakusadewo) dan Ambu (Sarah Sechan).

Abah dan Ambu sulit menerima Alam, yang tak memiliki pekerjaan tetap, sebagai menantunya. Meski begitu, sebagai pembuktian kalau Alam ialah suami yang bisa diandalkan, ia memilih rumah sakit terbaik untuk proses persalinan Mia. Sayangnya, uang yang telah disiapkan rupanya kurang karena paket promo persalinan yang ditawarkan telah berakhir.

Film bergenre drama komedi ini merekam upaya Alam untuk mencari tambahan uang demi kelancaran persalinan Mia. Di sisi lain, Alam yang merupakan selebritas dunia maya, tetap sibuk meladeni perdebatan-perdebatan panas di media sosial.

Gimmick situasi politik terkini bercampur kekhasan generasi millenial merespons hal-hal yang berlangsung di sekitarnya, menjadi sebuah daya tarik. Selain itu, latar waktu yang digunakan ialah satu hari penuh. Mulai dari pagi hingga petang, dari kontraksi hingga melahirkan. Penonton akan menyaksikan betapa ribetnya hari itu.

Untuk penulisan skenario, Angga menggandeng Salman Aristo. Menurutnya, proyek kepulangan ini lebih lengkap dengan kehadiran Salman Aristo. "Salman Aristo adalah orang yang melihat saya saat SMU, saat masih berproses dalam dunia penyutradaraan. Film panjang pertama saya juga ditulis oleh Salman Aristo," ujar Angga.

Bukaan 8 dirilis oleh Visinema Pictures, bekerja sama dengan Chanex Ridhall Pictures dan Kaniga Pictures. Payung Teduh, band indie yang dikenal lewat lirik-lirik manisnya, mengisi soundtrack film ini dan sengaja menggubah ulang lagu andalannya Untuk Perempuan yang sedang Dalam Pelukan.

Komentar