Travelista

Akhir Pekan ini ke Tangerang Yuk!

Sabtu, 25 February 2017 20:25 WIB Penulis: Iis Zatnika

Ist

TANGERANG asyik lo! Jadi akhir pekan ini, mari mengeksplorasi kota yang kaya kisah tentang harmoni antar etnis, kultur betawi dan peranakan yang campur baur, makanan-makanan sedap dan kini, taman-taman yang keren.

Jadwalkan hari ini atau Minggu esok untuk jelajah Kota Tangerang. Pagi hingga malam, bisa padat aneka kegiatan bersama orang-orang tersayang. Perjalanan pelesir saya pada Sabtu (25/2) bisa menjadi panduan Anda!

Pagi di taman
Walikota Tangerang H. Arief R Wismansyah pada perjumpaan dengan Komunitas Love Bird, Minggu (15/1) menuturkan kotanya punya tak kurang 155 taman.

Buat kunjungan penjajakan, mari terlebih dulu menyambangi taman-taman yang telah jadi ikon. Salah satu opsinya, taman-taman kota di kawasan Babakan. Di sini saja ada dua taman paling kekinian yang fotonya teramat layak menghiasi Instagram.

Tiba di Tangerang di pagi hari, saya mampir ke Taman Potret yang menjadi penanda kota ini akomodatif pada hasrat kaum urban untuk narsis. Ada patung merah tengah berswafoto dan tulisan besar Taman Potret serta I Love TNG di sana.

Serunya lagi, ada fasilitas wifi di sana, jadi sesudah puas berpose, bisa langsung diupdate di sosial media. Jangan lupa nikmati pula suasana taman sambil berbincang dengan kerabat dan kawan seperjalanan.

Dari sana, bergeserlah sedikit ke Taman Bambu, masih di kawasan Babakan. Ada konstruksi bambu yang pastinya seru buat latar berfoto. Titian dan bangunan serupa jembatan itu juga bisa kian merekatkan hubungan dengan orang-orang terdekat. Saling bergandeng tangan, membantu pasangan atau anak berjalan melaluinya, aih pastinya seru!

Siang, selusur sungai
Tak perlu risau jika terik matahari mendera, bergeraklah ke salah satu destinasi legendaris Tangerang yang kini tampilannya kian apik. Ada pohon rimbun di sisi-sisi sungai dengan wahana permainan anak dengan panorama jembatan di pinggir sungai Cisadane.

Nikmati semilir angin sambil mengamati kesibukan lalu lintas di jembatan. Tangerang memang kota industri, namun pemerintah kota terus berikhtiar untuk menampilkan wajah humanis bagi warganya.
Di teras Cisadane ini, ada sarana buat jeda bagi Tangerang yang sibuk, sembari menguatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya memelihara lingkungan kota.

Sore di Pasar Lama
Kini saatnya menikmati Tangerang yang sedap! Tuntaskan petualangan dengan menikmati kawasan yang akan melempar kita ke masa lalu namun tetap terhubung dengan kekinian.

Pesan satai ayam yang menyediakan aneka fitur, daging semata, campuran lemak hingga gajih semata di warung sate Haji Ishak. Kawannya, lontong nan lembut serta siraman kuah kacang yang wangi jeruk purut. Letaknya di pinggir jalan, sehingga sambil bersantap, kita bisa mengamati kesibukan pedagang pasar yang sebagian adalah warga peranakan.

Penjelasan bagaimana warga betawi, peranakan dan pendatang lainnya campur baur di Tangerang kemudian bisa diperoleh di Museum Benteng Heritage yang bisa ditempuh dengan jalan kaki lima menit saja dari tempat jajan sate.

Di museum partikelir yang dikelola dengan baik, juga dilengkapi pemandu yang cakap itu, terungkap kisah sejarah tentang Laksamana Cengho, panglima laut tanguh dari Tiongkok mampir ke pesisir Tangerang dalam ekspedisinya ke nusantara.

Sebagian pengikutnya, ternyata betah dan memilih bermukim tetap di Tangerang, mereka lah cikal bakal komunitas Tionghoa yang kemudian saling bertukar kultur dengan penduduk asli, warga betawi dan kaum pendatang lainnya. Mereka yang disebut orang Cina Benteng itulah yang kemudian membuat Tangerang punya banyak warna.

Jika perut masih minta diisi, jelajahi sepanjang kawasan Pasar Lama yang menyediakan aneka soto, bakso, ayam goreng hingga aromanis yang dijempit simping, camilan tipis dan renyah berwarna merah serta kue ape. Jangan lupa beli kecap produksi lokal, SH sebagai oleh-oleh.

Ketika matahari terbenam, Pasar Lama akan tampil dengan wajah berbeda. Ada Bubur Ko Iyo yang legendaris, kedai roti bakar yang kian riuh serta wajah-wajah penjelajah kuliner yang bersemangat. Bertukar cerita dengan pelancong lainnya yang juga datang dari Jakarta, bertambahlah daftar destinasi yang wajib dikunjungi, Kawasan Kuliner Laksa Tangerang, Taman Eco Park, pabrik kecap di kawasan Benteng hingga vihara-vihara dengan lilin-lilin raksasa didepannya dan membuka pintu lebar-lebar buat wisatawan. Minggu depan, ke Tangerang lagi ah! (OL-4)

Komentar