Eksplorasi

Menyambut Benua Baru di Bumi Selatan

Sabtu, 25 February 2017 06:11 WIB Penulis: Hanif Gusman

Sumber: GSA/Nature/AFP/BBC/Dailymail.co.uk/Grafis: Caksono

SELAMA ini kita mengenal ada tujuh benua di bumi ini, yaitu Asia, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Australia, dan Antartika.

Namun, baru-baru ini sebuah penelitian mengusulkan untuk menambahkan sebuah benua baru.

Zealandia, demikian benua baru itu berada di barat daya Pasifik.

Hampir seluruh wilayah benua, atau sekitar 94%, berada di bawah air sebab itu dianggap tersembunyi selama ribuan tahun.

Bagian benua yang muncul di atas air selama ini telah kita kenal sebagai Selandia Baru dan Kaledonia Baru.

Riset detail tentang Zealandia terdapat dalam makalah berjudul Zealandia: Earth's Hidden Continent yang diterbitkan dalam Geological Society of America's Journal.

Tim peneliti yang berjumlah 11 orang menyatakan Zealandia mempunyai luas sekitar 5 juta kilometer persegi (1,9 juta mil persegi).

Jika diakui, Zealandia akan menjadi benua terkecil.

Zealandia diklaim pernah menjadi bagian dari benua raksasa Gondwana, tetapi memisahkan diri sekitar 100 juta tahun yang lalu.

Penulis utama makalah tersebut, ahli geologi asal Selandia Baru Nick Mortimer, menyatakan para peneliti telah mempelajari data mengenai Zealandia selama lebih dari dua dekade.

Para peneliti mengungkapkan nilai ilmiah dari pengklasifikasian Zealandia sebagai sebuah benua jauh lebih penting daripada sekadar memasukkan namanya pada daftar benua.

"Karena itu, berarti benua dapat saja hampir sepenuhnya berada di bawah air tetapi tidak terfragmentasi. Ini berguna untuk meneliti kohesi dan pecahnya kerak benua," jelas mereka.

Empat kriteria

Tim peneliti yang sebagian besar merupakan peneliti dari institusi riset Selandia Baru GNS Science menyatakan Zealandia telah memenuhi empat kriteria untuk dapat dikategorikan sebagai sebuah benua.

Kriteria yang telah dipenuhi tersebut ialah ketinggian di atas wilayah sekelilingnya, keragaman jenis batuan, daerah yang didefinisikan baik, serta memiliki kerak yang lebih tebal ketimbang dasar laut biasa.

"Hal tersebut bukanlah penemuan secara tiba-tiba, melainkan merupakan identifikasi bertahap," ujar para peneliti tersebut.

Zealandia bukanlah nama baru dalam hal terkait dengan benua-benua di dunia.

Istilah tersebut pertama kali diperkenalkan ahli geofisika Profesor Bruce Luyendyk pada 1995.

Namun, pada saat itu, Zealandia belum diakui sebagai benua karena hanya memiliki tiga dari empat kriteria untuk dapat dikategorikan sebagai sebuah benua.

Kriteria yang baru terpenuhi saat itu ialah mempunyai keragaman jenis batuan, relatif cukup tinggi terhadap dasar laut, serta mempunyai kerak yang lebih tebal ketimbang dasar laut biasa.

Saat itu Zealandia tidak dianggap sebagai sebuah wilayah yang menyatu. Barulah pada saat ini kemajuan teknologi melalui satelit dan pemetaan gravitasi dari dasar laut dapat menunjukkan bahwa Zealandia merupakan sebuah wilayah yang menyatu.

Perdebatan

Sebelum ada usulan untuk penambahan Zealandia dalam daftar benua, sebenarnya tidak ada kesepakatan bersama secara global mengenai jumlah benua di muka bumi ini.

Ada yang beranggapan Eropa dan Asia merupakan sebuah kesatuan sebagai benua yang disebut Eurasia.

Selain itu, banyak juga yang menganggap Amerika Utara dan Amerika selatan merupakan sebuah benua tunggal.

Pengakuan Zealandia sebagai benua dinilai memiliki banyak manfaat untuk eksplorasi ilmu pengetahuan.

Selain untuk mempelajari sifat kerak benua, para ilmuwan dapat mempelajari keberagaman biodiversitas di wilayah tersebut.

Penelitian GNS Science pada enam tahun lalu di Selandia Baru menemukan kemungkinan terdapat puluhan miliar dolar bahan bakar fosil di daerah lepas pantai di daratan tersebut.

Studi tersebut juga menyatakan 94% wilayah Zealandia yang terendam memisahkan diri dari Australia dan tenggelam sekitar 60-80 juta tahun lalu. (L-1/M-3)

Sumber: AFP/BBC/Dailymail.co.uk

http://www.bbc.com/news/world-asia-39000936

http://www.dailymail.co.uk/news/article-4229632/Zealandia-named-new-continent-scientists-reveal.html

Komentar