Eksplorasi

Ditemukan, Bintang Baru Mirip Bumi

Sabtu, 25 February 2017 06:01 WIB Penulis: Antara/AFP/Dhk/L-2

AFP

PARA astronom telah menemukan sistem bintang baru yang dekat dengan tata surya kita dan di sekelilingnya terdapat tujuh planet seukuran Bumi.

Tiga di antaranya mengitari bintang induknya pada jarak yang cocok dengan adanya air, yang menunjukkan tanda kehidupan.

Begitu hasil riset yang dipublikasikan di jurnal Nature, pekan ini.

Bintang yang dinamai Trappist-1 itu berada dalam rasi bintang Aquarius. Jaraknya hampir 40 tahun cahaya dari Bumi.

Massa Trappist-1 kurang dari 10% dari ukuran Matahari.

Semua ketujuh planet yang mengelilingi Trappist-1, ukuran dan massanya mirip dengan Bumi dan karakternya berbatu.

Temperatur pada planet-planet itu diperkirakan berkisar antara 0-100 derajat C.

Temuan tersebut didasarkan pada riset yang dipublikasikan pada Mei lalu yang menyimpulkan terdapat tiga planet mengitari bintang TRAPPIST-1.

Ketiga planet itu termasuk 3.500 planet yang ditemukan di luar sistem tata surya (eksoplanet).

Tiga planet itu diyakini bisa mendukung kehidupan karena terletak dalam 'zona temperatur' sehingga menghasilkan suhu yang tepat bagi berkembangnya kehidupan.

Dari pengamatan teleskop di Bumi, gerakan planet-planet ini memang agak menghalangi cahaya bintangnya.

Para ilmuwan menentukan arsitektur sistem ini dengan mempelajari kedipan-kedipannya.

Karena Mengingat TRAPPIST-1 begitu kecil dan dingin, zona yang dapat ditempati kehidupan (habitable zone) pun diyakini sangat dekat dengan bintang itu.

Menurut kepala tim peneliti Michael Gillon, tiga dari tujuh planet tersebut sangat mungkin terdapat air cair.

"Ketiga planet itu membentuk sistem yang sangat padat. Ketiganya bisa memuat air cair dan mungkin juga kehidupan," kata Gillon yang bekerja di Universitas Liege, Belgia.

TRAPPIST-1 diperkirakan berusia 500 juta tahun.

Masa usianya diprediksi akan bertahan selama 10 triliun tahun.

Sebagai perbandingan, matahari saat ini sudah separuh dari total rentang usianya yang mencapai 10 miliar tahun.

Menurut astronom Observatorium Leiden, Belanda, Ignas Snellen, dalam beberapa miliar tahun ke depan, saat matahari kehabisan bahan bakar dan sistem tata surya pudar, TRAPPIST-1 masih tergolong muda yakni dalam kategori bintang bayi.

Para peneliti meyakini kedekatan planet dengan sistem tata surya, ditambah ukuran planet-planetnya yang secara proporsional lebih besar daripada bintang kecil, menjadikan sistem tersebut sebagai objek bagus untuk penelitian selanjutnya.

Para ilmuwan berharap bisa memindai atmosfer planet-planet itu dan menyelidiki soal kemungkinan adanya jejak kimiawi kehidupan.

Komentar