Teknopolis

Pastikan Keamanan dalam Berinternet

Sabtu, 25 February 2017 04:45 WIB Penulis:

THINKSTOCK

YAKIN Anda aman saat menggunakan internet? Bila tidak, dalam rangka memperingati Hari Internet Aman Sedunia awal bulan ini, Parisa Tabriz, Director of Engineering Google, berbagi kita keamanan.

Perempuan yang dikenal sebagai 'security princess' setelah mengawali kariernya sebagai hired hacker software engineer untuk tim keamanan Google itu berbagi lima kiat keamanan.

Pertama, mencurigai bantuan yang tidak diminta atau gratis.

Betapa pun menyenangkannya mendapat hal-hal secara gratis, Anda layak menahan diri bila tiba-tiba ada tawaran bantuan di internet yang tidak diminta atau ditawarkan secara cuma-cuma.

Mesti ekstra waspada karena bisa jadi itu cara untuk mendapatkan data-data pribadi Anda.

Kedua, jangan menggunakan kembali atau berbagi kata sandi yang sama.

Mengingat kata sandi yang berbeda memang sulit bagi sebagian orang, tapi ini sangat penting.

Sekali saja ada satu kata sandi bisa diketahui hacker, bila mereka mencobanya di akun-akun Anda yang lain yang memiliki sandi yang sama, itu bisa dikuasai semuanya.

Kiat selanjutnya, jangan login di komputer bersama dan memverifikasi pengaturan keamanan akun.

Kita tidak pernah tahu apakah komputer bersama yang digunakan memakai alat yang bisa menyimpan sandi yang sudah diketik, makanya lebih baik menghindari penggunaannya.

Verifikasi pengaturan pengamanan akun biar Anda mendapat notifikasi saat ada aktivitas yang mencurigakan atau login di komputer lain.

Keempat, mengetahui seluruh perangkat lunak atau aplikasi yang diinstal pada komputer dan ponsel Anda.

Terakhir, pastikan program/aplikasimu selalu up to date.

Semua program atau aplikasi pasti memiliki 'lubang' yang hanya tinggal menunggu waktu untuk bisa dibobol.

Di situlah pentingnya pembaruan program/aplikasi untuk secara berkala menambal lubang-lubang tersebut.

Surga siber

Akamai Report menunjukan Indonesia telah menjadi surga bagi penjahat siber sejak 2013. Di tahun yang sama, Telematika Sharing Vison mengungkapkan Indonesia mendapat 42 ribu serangan dunia maya per hari.

Data 2016 menunjukkan, dari 1.627 kasus yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada 2016, sebanyak 1.207 kasus atau sekitar 70% merupakan kasus kejahatan dunia maya.

Meski belum jelas siapa peretas itu, sejak 2012-April 2015, Subdit IT/Cyber Crime menangkap 497 tersangka kasus kejahatan siber, dengan 389 orang di antaranya merupakan warga negara asing dan 108 orang merupakan warga negara Indonesia.

Menurut Technical Consultat PT Prosperita-ESET Indonesia Yudhi Kukuh, masih sulit menemukan pihak yang bertanggung jawab.

"Namun, kami menemukan makin banyak data yang menunjukkan pelaku cyber crime berasal dari Indonesia. Hal tersebut dikemukakan menyusul temuan penyebaran malware Remote Access Trojan lokal di Indonesia secara terbuka melalui beberapa forum lokal," ujarnya.

Penyebaran biasanya dilakukan melalui penjualan malware Remote Access Trojan (RAT) di forum lokal untuk disiarkan segera.

Pola kejahatan siber di Indonesia mirip dengan kejahatan narkoba.

"Sejak akhir 2016 kami sudah memprediksi kemunculan banyak malware lokal, terlebih lagi dengan mudahnya orang mendapatkan script yang disebar secara cuma-cuma atau diperjualbelikan dengan harga yang murah di dunia bawah tanah atau dark web menjadi salah satu pemicu semakin maraknya kejahatan siber di Indonesia. Temuan ini semakin 'menguatkan' prediksi itu," lanjut Yudhi.

Yudhi berharap pemerintah, korporasi, dan masyarakat melakukan gerakan sadar kejahatan siber.

Pemerintah melakukan kampanye antikejahatan siber bagi masyarakat terutama orangtua agar anak-anak mereka terlindung dari kejahatan siber dan lebih jauh lagi tidak terlibat dalam kejahatan siber.

Bagi korporasi harus memiliki program edukasi yang jelas dan berkala untuk setiap personel terkait dengan keamanan data.

ESET sebagai salah satu pengembang anti-malware terus mengedukasi berbagai lapisan masyarakat yang aktif menggunakan perangkat untuk memastikan seluruh perangkat yang terhubung ke dalam jaringan sudah menggunakan anti-malware.

Begitu pula setiap mail server harus sudah terlindungi dari spam dan malware. (Her/RO/M-4)

Komentar