Features

Menghibur Korban Banjir dengan Pustaka dan Karaoke

Rabu, 22 February 2017 19:15 WIB Penulis: Surya Perkasa

ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

ADRE asyik membolak-balik buku bergambar yang dipegangnya. Tak terlihat raut sedih atau duka di wajah bocah 11 tahun tersebut. Hanya senyum merekah.

Puas membaca satu komik, giliran buku cerita anak yang diambil Adre dari mobil perpustakaan keliling milik Suku Dinas Perpustakaan Jakarta Timur.

Ia pun sempat menggoda Dimas, adiknya. Dimas hanya merengut melihat sang kakak mengambil komik yang disasarnya. "Ini, ini. Mukanya enggak usah gitu," kata Adre sambil memberikan komik ke adiknya lagi.

Tak hanya Adre, belasan anak lain ikut menyerbu mobil yang terparkir di belakang halaman pengungsian banjir Cipinang Melayu, Timur, Rabu (22/2). Orang tua dan remaja tanggung juga banyak yang meminjam buku untuk melepas suntuk di pengungsian.

Mas Kus, sapaan penjaga pustaka keliling pelat merah tersebut, mengakui antusiasme pengungsi untuk membaca sangatlah besar. Dia pun hanya tertawa ramah ketika menghadapi bocah-bocah yang datang.

Tak hanya Pemda DKI, Polres Jakarta Timur juga turut turun gunung. Mereka menurunkan satu mobil audiovisual penyuluhan. Mobil ini disulap jadi TV Karaoke di ruang terbuka.

Kepala Unit Bina dan Ketertiban Masyarakat (Bintibmas) Polres Jakart Timur, AKP Etty Wiyandari pun ikut turun gunung untuk menghibur anak-anak di pengungsian. "Supaya mereka enggak jenuh dan ada hiburan," kata Etty.

Bocah-bocah pun adu suara dengan teman sebaya. Ibu-ibu sang anak tak mau kalah mencoba ikut bernyayi.

Suasana ceria terpancar di halaman belakang Masjid Raya Universitas Borobudur. Tempat para warg RW004 dan RW003 Kelurahan Cipinang Melayu mengungsi.

Menjaga perasaan korban bencana agar tak terus dirundung duka selama dalam pengungsian bukanlah perkara mudah. Namun tak ada yang tidak mungkin jika beban itu dipikul bersama. (MTVN/X-12)

Komentar