MI Muda

Latihan Fisik, bukan Kekerasan Fisik

Ahad, 19 February 2017 02:15 WIB Penulis: Ni Putu Trisnanda/M-10

MI/Duta

Fisik harus kuat, tentu saja, tapi usaha buat meraihnya enggak ada kaitannya dengan kekerasan. Muda ngobrol dengan Felicia Tjandra, 21, mahasiswi Universitas Katolik Parahyangan yang juga Ketua Dewan Pengurus 39 Mahitala, organisasi pecinta alam di kampusnya.

"Dalam organisasi ini, kami memiliki banyak aspek yang diajarkan. Ada latihan keterampilan hingga latihan fisik," ujar Fefe, Selasa (14/2).

Fefe menekankan latihan fisik berbeda dengan kekerasan fisik. Latihan fisik bertujuan menjaga kesehatan dan stamina, bukannya justru melukai.

Hal serupa disampaikan Rifqi Maulana, 22, anggota Sadagori, kelompok pecinta alam SMA 5 Bandung.

"Kegiatan pecinta alam khususnya pendidikan dasar itu memang keras. Keras yang dimaksud, beratnya rintangan alam yang harus dilewati dan materi kepecintaalaman, bukan kekerasan fisik dari pelatih atau instruktur," ujar Rifqi.

Bukan perundungan

Rifqi dan Fefe sepakat pembentukan karakter pecinta alam memang penting, tapi pelatihannya tak melalui perundungan, tetapi pemahaman dan ketaatan pada aturan serta rasa tanggung jawab.

"Karena kegiatan-kegiatan kami memang sangat rentan kecelakaan dan bahaya," kata Rifqi.

Di Mahitala dan Sadagori, pendidikan mental dan fisik junior dilakukan melalui pelatihan tentang kepecintaalaman, sarana pendukung, pendidikan dasar, hingga prosedur penyelamatan. Ikutan yuk!

Ni Putu Trisnanda, Mahasiswa Jurnalistik, Universitas Padjadjaran/M-10

Komentar