Eksplorasi

Akibat Sundulan, Pesepak Bola Terancam Dimensia

Sabtu, 18 February 2017 06:01 WIB Penulis: AFP/Zic/L-2

Sumber: UCL, Acta Neuropathologica/Foto: AFP

ANCAMAN cedera membayangi setiap orang yang berprofesi sebagai atlet olahraga, khususnya para atlet yang kerap mengadakan kontak fisik dengan lawan.

Studi terbaru yang dilakukan University College London Institute of Neurology menyebutkan pesepak bola profesional berisiko tinggi mengalami penyakit otak yang dapat menyebabkan demensia--penyakit yang biasanya ditemukan pada petinju dan atlet futbol Amerika.

Diterbitkan dalam jurnal Acta Neuropathologica, studi itu melihat 14 mantan pesepak bola dengan demensia yang mulai bermain sepak bola dan menyundul bola sejak kecil.

Sebanyak 13 di antaranya merupakan mantan pesepak bola profesional dan satu pemain amatir yang bermain sepak bola secara rutin selama sekitar 26 tahun.

Dalam pemeriksaan post-mortem di Britain's National Hospital for Neurology and Neurosurgery, dari enam pemain yang mendapatkan izin untuk diperiksa, ditemukan empat dari mereka menunjukkan tanda-tanda chronic traumatic encephalopathy (CTE), sebuah penyakit degeneratif yang dapat menyebabkan demensia dan alzheimer.

Tanda-tanda itu berupa penumpukan protein di otak yang jauh melebihi tingkat rata-rata 12% pada masyarakat umum.

Peneliti utama Helen Ling mengatakan hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan potensial antara permainan sepak bola dan CTE.

Dalam studinya, tim peneliti juga menemukan para pemain yang menunjukkan tanda-tanda CTE setelah pengotopsian otaknya, juga memiliki penyakit alzheimer.

Namun, tim peneliti belum mengambil kesimpulan keterkaitan dua penyakit tersebut.

Tim peneliti masih mengasumsikan terdapat kemungkinan besar kombinasi dari patologi itu yang telah memberikan kontribusi demensia untuk pesepak bola yang pensiun.

Tim peneliti juga tidak menampik kedua gangguan otak tersebut juga berpotensi menyebabkan demensia.

Lainnya, meskipun menyinggung tentang aktivitas menyundul dalam sepak bola, hasil temuan studi itu tidak menunjukkan penyebab yang pasti kerusakan yang ditimbulkan pada otak pemain.

Apakah disebabkan sundulan antarpesepak bola dalam duel udara atau sekadar menyundul bola?

Ling mengatakan CTE hanya dapat didiagnosis secara anumerta dan sedikit jumlah dari mantan pesepak bola yang diketahui telah memiliki penyakit tersebut.

Meskipun kini studi tersebut dapat bersifat mendesak, para peneliti Inggris mengatakan risiko pesepak bola amatir yang sekadar menyalurkan hobi hanya sedikit mengembangkan gangguan penyakit diotak.

Ling menyarankan agar hasil penelitiannya dapat dibuat dalam skala besar dengan berkerja sama dengan badan-badan sepak bola internasional seperti FA dan FIFA.

Komentar