Ekonomi

Tagihan Pajak Rp5 T, Google Baru Bayar Rp5 M

Jum'at, 17 February 2017 23:15 WIB Penulis: Andhika Prasetyo

AFP

PERSOALAN antara pemerintah Indonesia dan Google terkait kewajiban pajak yang harus dibayarkan perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu belum juga rampung.

Berdasarkan data yang diperoleh Bloomberg, pascapertemuan antara Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dan Google pada 19 Januari lalu, diketahui perusahaan yang bergerak di bidang teknologi itu telah membayarkan pajak 2015 senilai Rp5,2 miliar atau 25% dari total pendapatan sebesar Rp20,9 miliar.

Jumlah tersebut jauh di bawah yang ditetapkan pemerintah sebesar sekitar Rp5 triliun. Angka itu didasarkan pada pajak yang belum dibayarkan pada 2015 serta berbagai macam denda yang dikenakan setelah perusahaan menjalankan bisnis di dalam negeri selama bertahun-tahun.

Di Indonesia, dalam periode 2012 hingga 2015, Google tercatat mendapatkan pemasukan sebesar Rp74,5 miliar dengan total pajak keseluruhan Rp18,5 miliar.

Pemerintah menyebutkan, dari nilai total iklan digital US$830 juta di Tanah Air, 70% di antaranya masuk ke Google dan Facebook.

Saat ditemui di kantornya, Head of Corporate Communication Google Indonesia Jason Tedjasukmana dan Head of Policy Communications Google Asia-Pacific Taj Meadows enggan mengomentari angka-angka perpajakan yang didapat oleh Bloomberg.

Pun, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Kemenkeu Hestu Yoga Saksama mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi berapa besar pajak yang telah dibayarkan oleh Google. Ia juga mengaku belum mengetahui kapan keduanya akan kembali bertemu.

"Saya belum bisa memberikan komentar karena belum ada informasi terbaru. Belum ada perkembangan terbaru," ucap Hestu singkat. (X-12)

Komentar