Polkam dan HAM

Wali Kota Madiun jadi Tersangka Pencucian Uang

Jum'at, 17 February 2017 20:35 WIB Penulis: Surya Perkasa

Ilustrasi

PENYIDIK KPK menetapkan Wali Kota Madiun Bambang Irianto (BI) sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sebelumnya ia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dan gratifikasi proyek pembangunan Pasar Besar Kota Madiun, Jawa Timur.

"BI sebagai tersangka TPPU, diduga mentransferkan, mengalihkan, menghibahkan, membawa ke luar negeri atau perbuatan lain terhadap harta kekayaan yang didapat dari korupsi untuk menyamarkan asal usul," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (17/2).

Bambang disangkakan Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Febri belum dapat menyebutkan jumlah aset Bambang yang akan disita.

Hari ini, penyidik KPK juga memulai pemeriksaan 33 saksi di Markas Polres Madiun untuk menggali TPPU diduga oleh Bambang. "KPK juga memperpanjang penahanan selama 30 hari. Terhitung mulai 21 Februari hingga 22 Maret," kata Febri.

Dalam kasus lain, Bambang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah terkait pembangunan Pasar Besar Kota Madiun tahun anggaran 2009-2012. Nilai proyek mencapai Rp76,523 miliar untuk anggaran tahun jamak pada 2009-2012.

Bambang diduga menerima keuntungan dari proyek itu karena memberikan pinjaman kepada perusahaan pemenang tender. Perusahaan itu lalu menggunakan perusahaan anak Bambang sebagai penyalur barang-barang proyek. MTVN/OL-2

Komentar