Polkam dan HAM

KPU DKI Siapkan Tahapan Putaran Kedua Pilkada

Jum'at, 17 February 2017 20:18 WIB Penulis: Putri Anisa Yuliani

ANTARA/Prasetyo Utomo

KOMISIONER KPU DKI, Dahliah Umar mengatakan KPU DKI hingga saat ini masih menguatkan pertimbangan kronologi waktu tahapan pemilihan putaran kedua. Sementara untuk tahapan-tahapannya tidak akan jauh berbeda dengan Pilkada 2012 lalu.

"Tahapannya masih sama dengan Pilkada 2012. Kami tinggal mendiskusikan untuk menetapkan tanggal-tanggalnya," kata Dahliah ketika dihubungi Media Indonesia, Jumat (17/2).

Tahapan Pilkada jika pada putaran kedua tidak ada pengajuan sengketa putaran pertama, akan berjalan tanpa kampanye seperti pada Pilkada 2012. Jarak antara Pilkada putaran pertama dan putaran kedua juga akan berjalan pendek yakni hanya 1,5 bulan terhitung dari pengumuman hasil perolehan suara sah dari KPU DKI.

"Kalau tidak ada sengketa, hari H pemungutan suara sesuai jadwal akan jatuh pada 19 April," ujarnya.

Namun demikian, meski tidak ada kampanye yang dilakukan calon kepala daerah, KPU DKI akan tetap melakukan kampanye penajaman visi misi baik melalui iklan, baliho atau juga bisa melakukan format debat.

"Sampai saat ini masih dibahas apakah akan melakukan debat untuk penajaman visi dan misi. Kalau merujuk pada Pilkada 2012, debat untuk putaran kedua dilakukan dua kali dengan satu kali diselenggarakan KPU DKI dan satu kali debat lainnya bekerja sama dengan berbagai pihak," tukasnya.

Sosialisasi lebih masif lagi untuk putaran kedua sangat ditekankan. Sebab, Pilkada putaran kedua hanya diberlakukan di DKI dan tidak melalui serentak. Sehingga jika tidak melalui sosialisasi masif, warga dikhawatirkan belum mengetahui adanya putaran kedua dan prosedur administrasi yang harus dipenuhi untuk dapat menggunakan hak pilih.

KPU DKI juga akan berkoordinasi dengan Pemda DKI untuk menyosialisasikan putaran kedua. Selain itu, koordinasi ini juga diperlukan agar hari pemungutan suara putaran kedua bisa dijadikan hari libur bagi warga DKI.

"Agar Pemda DKI mengeluarkan edaran menjadikan hari pemungutan suara sebagai hari libur baik bagi instansi pemerintah maupun swasta di DKI," tuturnya. OL-2

Komentar