Humaniora

Miris, Orangutan Dibunuh dan Dimasak

Kamis, 16 February 2017 08:57 WIB Penulis: MTVN

ANTARA FOTO/Septianda Perdana

TINDAKAN sadis yang dilakukan oleh sekelompk orang kembali terjadi pada orangutan di areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Seekor orangutan dibunuh dan dagingnya dimasak untuk dikonsumsi. Akibat perbuatan tersebut sebanyak 10 orang diamankan oleh pihak kepolisian.

Pembunuhan secara sadis teradap seekor orangutan itu juga mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan pencinta lingkungan. Salah satunya adalah Yayasan Borneo Orangutan Survinal (BOS) yang mengutuk keras perbuatan keji tersebut.

Humas Yayasan BOS Montherado Agung mengatakan pembunuhan orangutan terjadi di areal perkebunan kelapa sawit PT Susantri Permai di Desa Tumbang Puroh Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
"Kasus membunuh dan memasak daging orangutan baru pertama kali terjadi di sini. Biasanya pelaku hanya membunuh dan membiarkan jasad orangutan yang mati di lokasi kejadian."

Agung menambahkan peristiwa ini juga sudah dilaporkan ke Balai Penindakan Hukum/ (Gakum) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah Kalimantan Tengah untuk ditindaklanjuti. "Pelaku harus diproses hukum," pungkasnya.

Sementara itu, setelah mendapatkan laporan adanya pembununuhan terhadap orangutan, jajaran Polres Kapuas bertindak cepat ke lokasi kejadian. Tim dipimpin langsung oleh Kapolres Kapuas Jukiman Sitomorang.

Hasilnya, 10 orang pelaku yang merupakan pekerja perkebunan kelapa sawit yang melakukan pembataian terhadap satwa dilindungi itu berhasil diamankan beserta sejumlah barang buktinya.

Saat ini kesepuluh pelaku langsung diperiksa untuk diproses secara hukum. Adapun, barang bukti yang diamankan berupa satu pucuk senapan angin, dua bilah parang, lima bagian tulang orangutan dan 448 potong daging orangutan dan dua panci yang digunakan untuk memasak daging orangutan.

Jukiman mengatakan pembataian sadis terhadap orangutan ini berhasil diungkap setelah Polres Kapuas mencocokan foto yang beredar dengan bukti yang ditemukan di lokasi kejadian yang mengarah kuat kepada 10 orang pekerja perkebunan.

Segala tindakan yang menngacam keberlangsungan hidup orangutan diancam dengan pidana penjara. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 40 ayat 2 dan 5, UU Nomor 05 Tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, dengan ancaman 5 tahun penjara.(OL-4)

Komentar