Polkam dan HAM

JK Hargai SBY-Antasari Saling Melaporkan

Kamis, 16 February 2017 06:26 WIB Penulis: Deo/Nur/Nic/X-6

ANTARA FOTO/Fadil

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menepis tudingan pernyataan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut dirinya dizalimi oleh pemerintahan sekarang.

“Saya kira tidak. Jadi, pemerintah sekarang ikut aturan aja. Pak Antasari dan Pak SBY sudah masukkan ke polisi. Kita tunggu saja,” ujar JK seusai mencoblos di TPS 03 Dharmawangsa, Jakarta Selatan, kemarin.

JK pun mengapresiasi langkah kedua pihak untuk saling melapor ke polisi. Ia mengaku saat ini juga belum ada rencana bertemu SBY. “Belum ketemu, (SBY) masih sibuk mungkin,” ujarnya.

Mensesneg Pratikno pun menegaskan bahwa pemberian grasi kepada Antasari Azhar sesuai prosedur. Pratikno menyampaikan pemberian grasi oleh Presiden Joko Widodo merujuk UUD 1945 Pasal 14 yang menyebutkan bahwa Presiden dalam memberikan grasi itu harus memperhatikan pertimbangan dari Mahkamah Agung.

Sebelumnya, Antasari melaporkan dugaan kriminali­sasi terhadapnya kepada Polri. Antasari menduga kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang menjeratnya direkayasa dan diketahui SBY yang kala itu menjabat presiden.

Dalam jumpa pers, Selasa (14/2), SBY merespons tuding­an Antasari sebagai upaya mengganjal Agus Harimurti Yudhoyono dalam pilgub DKI Jakarta.

Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya akan memproses kedua laporan sesuai prosedur hukum. (Deo/Nur/Nic/X-6)

Komentar