Inspirasi

Bicara Gizi sambil Rujakan

Kamis, 16 February 2017 06:10 WIB Penulis:

MI/MOHAMMAD GHAZI

TIDAK ada yang tidak mungkin selama ada kemauan. Moto hidup itulah yang terus dijalankan Holifah sehingga berhasil menarik banyak perempuan di dusunnya untuk bangkit.

Jika dilihat dari kesehariannya, makin nyata terlihat Holifah benar-benar menyelami perannya untuk menginspirasi.

Holifah tidak melakukannya dengan muluk-muluk, tetapi lewat cara-cara sederhana.

Contohnya untuk menyebarkan program kebun gizi, Holifah melakukannya sambil bersilaturahim.

Setiap selesai berjualan, ia selalu menyempatkan diri berkunjung ke rumah-rumah tetangganya yang ia dampingi untuk berdiskusi tentang persoalan yang dialami sambil melihat perkembangan tanaman di kebun gizi yang ditanam.

"Kadang sambil rujakan, kami bicara soal gizi anak dan pendidikan mereka. Juga hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi keluarga," kata Holifah.

Perempuan berkulit sawo matang ini sangat bersyukur dengan adanya beberapa program pemerintah yang bisa dijadikan pemancing untuk program Perempuan Kepala Keluarga (Pekak).

"Sekarang upaya untuk pendampingan ini terasa makin mudah karena sudah bisa mengakses program pemerintah yang bisa dijadikan pemancing semangat," katanya.

Di antara program yang diakses ialah bantuan bibit untuk kebun gizi serta bantuan bibit tanaman pangan.

Bantuan-bantuan itu ia sebar ke seluruh anggotanya untuk ditanam di pekarangan maupun ladang.

Saat mengumpulkan anggotanya untuk pembagian bibit itu, biasanya disisipkan materi-materi yang bersifat dorongan untuk memacu semangat mereka dalam berkarya.

Perempuan yang tidak mau disebut sebagai aktivis perempuan itu sangat bersyukur bisa memberikan dorongan para kaum perempuan yang senasib dengannya untuk terus optimistis dan senantiasa berbuat untuk kebaikan, setidaknya untuk keluarga mereka.

"Saya tidak pernah berharap apa dari yang saya lakukan ini. Melihat mereka bekerja saja, rasanya hati ini sudah sangat bahagia," katanya.

Kebahagiaan ini memang yang menjadi alasannya sejak awal bersedia bergabung menjadi pendamping program Pekak.

"Saya tidak melihat di program itu akan ada tambahan penghasilan. Namun, saya melihat program itu sebagai peluang untuk lebih berperan," pungkasnya. (GZ/M-3)

Komentar