Polkam dan HAM

Debat Seru Hakim dan Saksi Ahli dari MUI

Senin, 13 February 2017 11:34 WIB Penulis: LB Ciputri Hutabarat

MI

MAJELIS hakim dan saksi ahli agama Islam dari MUI M Amin Suma sempat berdebat panjang di persidangan Basuki Tjahaja Purnama, Senin (13/2) pagi.

Perdebatan seru itu dimulai saat hakim bertanya kepada saksi soal penyampaian kebenaran. "Jika seseorang memberitahu kepada lainnya jangan minum minuma keras, apakah dia menyampaikan kebenaranan?" tanya hakim.

Amin sempat diam. Dia menjawab bahwa belum tentu apa yang disampaikan seseorang tersebut adalah sebuah kebenaran. Amin menjelaskan, sekalipun orang tersebut mengetahui Alquran, belum tentu apa yang disampaikan orang tersebut sebuah kebenaran.

"Karena kalau dia bukan mukmin dia bisa saja terjemahannya salah. Jadi ini belum pasti (benar atau tidak)," ujar Amin.

Hakim menanyakan sekali lagi pertanyaan yang sama. Lagi-lagi, keduanya berkutat pada jawaban dan pertanyaan yang sama. "Jadi tergantung siapa yang menyebarkan," lugas Amin.

Hal serupa dipertanyakan hakim selanjutnya. Kali ini, Hakim menanyakan sebuah perumpamaan dalam sebuah pemilihan ketua RT.

"Apakah boleh seorang warga yang nonmuslim, menyampaikan terjemahan Alquran tanpa salah sedikitpun, untuk memilih warga muslim?," Tanya Hakim.

Amin pun menjawab perumpamaan tersebut dengan perumpamaan pula. "Pelawak tidak boleh tersinggung saat diejek karena tempatnya memang sedang bercanda. Tapi kalau saya ejek seperti itu di luar dunia lawak, orang cacat fisik apa adanya bener kan. Terusik gak dia?" jawab Amin.

Amin menjelaskan dalam kasus pemilihan Ketua RT berlaku hukum positif, yakni warga nonmuslim boleh ikut serta dalam pemilihan tersebut. Namun, warga muslim juga memiliki hak untuk memilih berdasarkan agama yang sama dengan mereka. "Jadi itu hak," Tutup Amin. (MTVN/X-12)

Komentar