Wirausaha

Sewaan Peralatan Anak, Sasar Orangtua Urban

Ahad, 12 February 2017 05:31 WIB Penulis: Fario Untung

MI/Adam Dwi

Inilah bisnis-bisnis kekinian yang menyasar kaum urban, penyewaan peralatan, dan mainan anak ketika orangtua muda kian rasional dan efisien.

Awalnya, Natasya Delima Gurning tak pernah berpikir sedikit pun untuk menyewakan peralatan anaknya. Namun, ketika pertama kali membeli kereta dorong untuk anak pertamanya, sang anak justru menangis karena merasa tidak cocok. Karena itu, ide pun menghampiri.

Merasa sayang karena baru beli, tapi tidak terpakai, ia lalu menjajal menawarkan jasa penyewaan kereta dorong milik anaknya itu di internet. Bersamaan dengan kereta dorong, Tasya menjajaki penyewaan pompa ASI dan gendongan. "Awalnya, pada 2013, terpaksa beli kereta dorong yang baru dan yang lama jadi tidak terpakai, bisnis ini bermula," tutur Tasya.

Kini, bisnis yang berbasis website www.sewaperalatanbayi.com itu telah berusia empat tahun dan ternyata permintaan pasar cukup tinggi. Tasya pun melengkapi dengan jasa penyewaan car seat, baju dingin, hingga koper.

Mekanismenya, konsumen bisa memilih barang yang hendak disewa melalui laman serta menentukan berapa lama waktu penyewaan. Harga penyewaan, mulai Rp90 ribu hingga Rp400 ribu. "Setelah memilih barang dan menentukan waktu, akan keluar harganya. Untuk durasi penyewaan minimal satu minggu dan paling lama terserah penyewanya. Ada yang seminggu, sebulan bahkan satu tahun," ungkap Tasya.

Lengkapi koleksi

Tasya pun terus melengkapi koleksinya, hingga kini kereta dorongnya telah berjumlah 14, pompa ASI 20 serta gendongan 20 unit. Konsumen yang jadi pelanggannya, Jabodetabek, kota-kota di Jawa hingga Pulau Kalimantan, Sumatra, sampai Maluku.

"Banyak konsumen menyewa peralatan bayi untuk keperluan selama jalan-jalan. Konsumen memilih menyewa dalam kurun waktu tertentu, ketimbang harus membeli ketika sedang travelling. Misalnya hendak liburan satu minggu atau berapa hari," kata Tasya yang paling sering melayani penyewaan kereta dorong dan gendongan.

Perilaku pelanggannya itu membuat Tasya kerap kehabisan barang ketika menjelang musim libur, terutama libur sekolah, Lebaran, dan akhir tahun. Sebagian pelanggannya bahkan jauh-jauh hari sebelum liburan, sudah memesan terlebih dahulu.

"Satu bulan sebelum liburan orang tua sudah pesan dulu, durasi waktunya sih beda-beda," kata Tasya. (M-1)

Komentar