MI Muda

Hijab, Bisnis, dan Eksis

Ahad, 12 February 2017 04:01 WIB Penulis: Dila Rizky Anisa

Dok. Pribadi

Hijab, penutup kepala buat perempuan muslim ini, menjadi inspirasi, lahan bisnis, dan eksistensi di Youtube.

GANGGUAN kesehatan membuat Atina Maulia harus mengubur mimpinya menjadi seorang ahli perminyakan. Namun, siapa sangka karena itu pula, Atina sukses merintis bisnis hijab bersama sang kakak, Intan Kusuma Fauziah.

Kepada Muda, Intan bercerita tentang bisnis hijab yang mereka mulai sejak 2013. Intan menuturkan sang adiklah yang sebenarnya yang mempelopori bisnis hijab. Atina melihat peluang bisnis yang besar di Instagram dan merasa bisnis daring menguntungkan pun mudah.

"Karena sakit mimpi yang sudah dia bangun jadi hancur sesaat. Kemudian dia berpikir kalau dia enggak boleh terus-terusan kaya gini. Waktu itu yang terpikir adalah bisnis daring karena kayanya gampang dan banyak endorsement di Instagram. Akhirnya dia mencoba untuk menjual hijab," jelas Intan.

Tanpa modal

Bahkan, bisnis hijab yang mereka beri nama Hijab Vanilla ini dimulai tanpa modal. Menurut Intan, Atina saat itu pergi ke salah satu pusat kain di Jakarta Selatan ditemani sang ibu.

Atina hanya memfoto bahan-bahan yang sekiranya cocok, kemudian ia unggah di media sosial. Setelah ada konsumen yang tertarik, baru ia membeli bahan tersebut untuk dibuat hijab.

Pemilihan nama Vanilla Hijab sendiri menurut Intan karena vanila identik dengan manis dan ia berharap perempuan yang menggunakan hijab dari mereknya akan terlihat senang dan semangat. Saat ini bisnis Vanilla Hijab sudah mencapai penjualan hingga 12 ribu hijab dalam satu bulan. Belum lagi saat ini kakak beradik ini juga merambah dunia fesyen yang lain, seperti baju dan tas.

"Pernah dalam kurun waktu 1 jam kami menjual 6.000 hijab. Kita sistemnya memang tidak menyediakan barang yang sama, kalaupun kita melakukan re-stock pasti ada yang beda," ujar gadis yang masih berusia 25 tahun tersebut.

Kini punya 7 penjahit

Uniknya, saat mengawali bisnis hijab sendiri sang adik sekaligus pendiri Vanilla Hijab, belum menggunakan hijab. Menurut penuturan Intan, Atina baru berhijab ketika sudah menjalankan bisnis ini. "Ketika bisnis Atina semakin besar, saya pun membantu. Sekarang sih sudah ada sekitar 7 orang yang bekerja di rumah, sementara untuk penjahit sekitar 60 orang di tiga konveksi," jelas Intan.

Semua hijab yang mereka produksi pun murni hasil dari kreasi mereka sendiri. Untuk inspirasinya, Intan mengaku rajin melihat tren yang sedang ramai di pasaran. Selain itu, hijab mereka diklaim nyaman dan enak dipakai.

Setiap bisnis pasti tidak lepas dari pasang surut, begitu pun bisnis kakak beradik yang jarak usianya hanya terpaut setahun ini. Menurut pengakuan Intan, banyak kendala yang dialami saat awal bisnis. Seperti sudah banyak pemesanan, tetapi bahan habis padahal uang sudah di transfer konsumen.

Tantangan lainnya, hijab yang selesai dibuat ternyata tidak sesuai ukuran sehingga tidak dapat dijual. Namun, berkat dukungan moril yang terus diberikan orangtua, Intan dan Atina mampu bertahan bahkan lini bisnis mereka terus bertambah sampai saat ini.

Inivindy, tutorial hijab

Video hijab tutorial bisa banyak dicari atau ditonton di media sosial. Salah satunya akun Youtube milik Harfrida Vindy yang sudah mempunyai pengikut sampai 120 subscriber.

Ketika dihubungi Muda, Vindy bercerita, ia mulai berbagi tutorial hijab dari blog karena pada 2011 video hijab tutorial sendiri belum terlampau populer.

Menurut perempuan kelahiran Malang itu, ia memang sudah menggunakan hijab dengan berbagai variasi. Sampai-sampai teman dan orang-orang sekitarnya mengatakan kalau gayanya seperti penyihir karena bentuk hijabnya lain daripada yang lain.

Pada 2005 memang hijab belum banyak dilirik kalangan pecinta fesyen sehingga aneka kreasi penutup kepala juga belum populer. Saat itu Vindy berkreasi menggunakan bahan-bahan yang ia beli sendiri untuk membuat aneka rupa hijab.

Keunikan, bahasa Jawa

Uniknya, video tutorial hijab Vindy ini menggunakan bahasa Jawa sebagai pengantar meski kini sudah banyak yang ia campur bahasa Indonesia. Namun, Vindy tidak menghilangkan ciri khasnya. Menurutnya, penggunaan bahasa Jawa membuat ia lebih nyaman dan lancar dalam bertutur dalam setiap videonya.

"Sebenarnya yang bikin viral dan mengangkat akun Youtube aku itu hijab tutorial pertama aku, dan itu pakai bahasa Jawa," jelas pemilik akun Inivindy tersebut.

Video-videonya pun tidak sebatas video hijab, tapi ada pula tutorial tata rias yang ia tampilkan di akun Youtube pribadinya.

"Ada juga beauty make up, karena kan hijabnya sudah bagus, biar lebih sempurna, ditambah dengan tata rias yang pas," ujar Vindy.

Selain bekerja sama dengan beberapa mereka, Vindy mendapat keuntungan material dari video-video yang diunggahnya. Jumlahnya pun bisa mencapai Rp8 juta.

Tidak sampai di situ saja, tutorial hijab membuka peluang pada usaha lain. "Saya sekarang buka merek hijab sendiri. Dari pada mereka susah-susah untuk mencari hijab yang sama dengan apa yang saya perlihatkan di tutorial, sekalian saja saya buat merek sendiri," jelasnya.

Perempuan yang juga jago menata rias berbagai karakter animasi ini meyakini tutorialnya diharapkan bisa membuka jalan secara fun untuk orang-orang belajar menggunakan hijab. (M-1)

Dila Rizky Anisa, Jurusan Jurnalistik

Universitas Padjadjaran

Komentar