KICK ANDY

Sang Pendeta Jalanan

Sabtu, 11 February 2017 01:31 WIB Penulis: Rio/M-4

MI/Arya Manggala

JANGAN pernah sekalipun menilai orang dari penampilannya.

Di balik semua itu, belum tentu kita bisa lebih mulia daripada orang tersebut.

Sepenggal ungkapan itu rasanya cocok jika kita sematkan pada sosok yang satu ini.

Dialah Agus Sutikno, Pendeta Pantekosta di Indonesia yang kesohor dengan panggilan 'Pendeta Jalanan'.

Kurang lebih 14 tahun, Agus mendedikasikan hidupnya mengangkat derajat hidup keluarga prasejahtera di kampung-kampung di Kota Semarang seperti dikawasan Tanggul Indah.

Mulai dari pekerja seks komersial, anak-anak telantar, perempuan yang hamil di luar nikah, waria, hingga pecandu narkoba, dan penderita HIV/AIDS, ia rangkul agar mereka bisa meninggalkan kehidupan lamanya menjadi lebih baik lagi.

Salah satu penerima bantuan bernama Retno pernah menceritakan dirinya yang hendak mengaborsi kandugannya karena bermasalah dengan ekonomi.

"Namun karena bertemu dengan Pak Agus, beliau bantu dan meminta agar kandungan dalam perut saya tidak diaborsi. Berkat dukungan dan semangat dari beliau, anak saya sekarang sudah lahir dan bisa merasakan dunia," tutur Retno.

Saat ini sekitar 150 anak telantar di Tanggul Indah yang mayoritas anak dari pekerja seks, dibina Agus melalui pendidikan.

Bahkan, Agus rela mengeluarkan uang pribadinya untuk menyekolahkan mereka di sekolah formal karena bagi Agus dengan pendidikan, anak-anak itu dapat hidup lebih baik kedepannya.

"Dulunya saya tidak bisa sekolah, sampe ke jenjang tinggi. Lalu, saya bertemu Om Agus, sharing sama Om Agus saya ceritakan semuanya sampai saya dibantu Om Agus hingga sekarang ini," tutur Septi.

Tak hanya itu, Septi juga sangat berterima kasih kepada Agus karena tak hanya membiayai sekolah dirinya, maupun juga adiknya.

Jika Septi tidak bertemu dengan Agus, mungkin hingga sampai saat ini dirinya tidak akan bisa mencicipi bangku sekolah.

"Saya ingin berterima kasih sama Om Agus dan nyekolahin saya sampai SMA sampai sekarang ini. Kalau saya ngga ketemu Agus, mungkin saya enggak bisa sekolah sama adik saya sampai sekarang ini," ungkap Septi.

Dalam menjalankan kegiatan sosialnya, Agus tidak pernah melihat agama dan suku kepada orang yang dia bantu.

Semua ini ia lakukan tulus dan ikhlas demi menolong sesama.

Meskipun banyak rintangan yang ia hadapi, selama melakukan kebaikan Agus tidak pernah mundur sejengkal pun dan akan terus mengulurkan tangan untuk membantu sesama umat manusia.

Komentar