Kuliner

Cikang Resto Buka Outlet Kedua

Rabu, 8 February 2017 18:00 WIB Penulis:

Ist

TAK semata rendang atau rumah gadang yang bisa dibicarakan tentang Padang. Ada begitu banyak kekayaan kultural dan sejarah ranah Minang yang belum terungkapkan. Sebut saja kawasan Pondok salah satunya, wilayah di kota Padang yang telah ada sejak zaman kolonial dengan kekayaan budaya, menjadi saksi terjaganya harmonisasi antara warga keturunan Tionghoa dengan warga asli Minang maupun etnis lain.

Akulturasi budaya berlangsung dalam dinamika yang sangat indah. Lihat saja perayaan Sipasan, kesenian unik, yang bisa disebut sebagai pawai budaya multikultur di kawasan pecinan Pondok. Peserta pawai tak cuma etnis Tionghoa yang memakai pakaian tradisional Minang, tapi juga diikuti etnis lain seperti Jawa, Sunda, Batak, Nias, Mentawai, dan Nusa Tenggara.

Masyarakat keturunan Tionghoa di kawasan Pondok telah meleburkan bahasa ibu mereka dalam bahasa setempat. Bahkan tak sedikit warga peranakan generasi terakhir yang lebih fasih menggunakan bahasa Minang sebagai bahasa sehari-hari daripada bahasa nenek moyang sendiri.

Dari kawasan Pondok inilah kisah Cikang Resto bermula. Legenda kedai kopi milik seorang warga keturunan bernama Lee Chi Kwang begitu lekat di memori Ivan kecil bersama keluarga yang asli Padang dan acap berkunjung ke sana menikmati sajian makanan yang beragam sekaligus menikmati indahnya kebersamaan. Di kedai itu tersaji bukan hanya kopi, tapi juga beragam menu sarapan, makan siang dan malam, hingga aneka jajanan lokal maupun oriental.

Nostalgia masa kecil serta kekayaan nilai budaya yang diturunkan keluarganya sebagai bangsawan melayu keturunan Tuanku Maharajo Basa Marah Oejoe yang pernah menjabat Regent Padang ke VII ini membulatkan niatnya membuka Cikang Resto di Menteng, Jakarta. Cikang Resto tidak hanya rumah makan biasa, tapi menjadi etalase sejarah dan kisah budaya Padang Peranakan yang sangat kental di kawasan pecinan Pondok sejak masa kolonial.

Setelah sukses memapar legenda kuliner khas Padang Peranakan di kawasan Menteng, Jakarta, keunikan cerita dan legenda itu kini berlanjut dengan pembukaan Cikang Resto & Cafe di Puri Indah Mall, lantai 2, unit SF 237 A. Sedikit berbeda dalam konsep interior di Menteng, Cikang Resto di Puri Indah Mall menghadirkan nuansa etnik peranakan dengan cukup kuat namun tetap dalam sentuhan ornamen modern. "Kehadiran kami di Puri Indah Mall menjadi kelanjutan perjalanan Cikang Resto yang dimulai sejak zaman kolonial di kawasan pecinan Pondok yang melegenda," papar Dr Ivan dan Fenty Sini, penggagas Cikang Resto.

Tengok saja mural Gadis Minang yang berdiri di kawasan pecinan Pondok. Sentuhan lifestyle yang kekinian terlihat modern berpadu dengan ornamen khas Tionghoa yang terlihat dari garis-garis lembut yang minimalis. Di sisi dinding yang lain terlihat karya seni mural Family Tree yang menggambarkan keturunan pemilik Cikang sebagai keluarga bangsawan Minang yang cukup disegani.

Sebagai Resto Padang ala kafe, ragam kopi berkualitas juga tersaji di sini. Setidaknya ada dua macam kopi dengan banyak pilihan variasi blend coffee yang bisa dinikmati. Pertama, Kopi Padang asli dengan jenis biji kopi yang persis sama dengan biji kopi yang digunakan oleh Kedai Lee Ci Kwang asli di kawasan pecinan Pondok pada masa kolonial. Rasa khas kopi Tiam lokal dari Solok dengan menghadirkan cita rasa kopi yang mantap dan menyegarkan.

Di samping itu, pilihan kopi di Cikang Resto menyajikan 100% biji kopi Indonesia dari Tanamera Coffeedimana cita rasa khas Tanamera yang membuahkan hasil panggangan biji kopi asli Indonesia telah berhasil meraih Champion International Roaster pada kompetisi internasional Melbourne International Coffee Expo” (MICE) di 2015 dan 2016. Tanamera Coffee selalu mengutamakan kemajuan petani lokal untuk memproduksi biji kopi arabika terbaik.

Dengan fasilitas dan kisah legenda yang dibawa, Cikang Resto hadir menawarkan kenyamanan bagi pengunjung yang datang sendiri maupun datang bersama keluarga. Anda bisa menikmati kuliner khas Padang peranakan yang mungkin jarang Anda temui di restoran Padang kebanyakan. Sajian menu khas seperti Gulai Paku, Asam Padeh, atau Lamang Tapai bisa Anda santap sambil menikmati romansa interior khas Minang Peranakan masa lalu. Tak ketinggalan Nasi Uci dan Nasi Angku menjadi menu andalan yang memiliki cerita unik bagi keluarga sang pemilik atau Salad Uci yang menjadi trade mark hasil karya uci (nenek) keluarga mereka.

Ragam menu dengan keunikan cita rasa lokal yang melegenda seperti Rendang Kering Azizi dan Katupek Sayur makin lengkap dengan sederetan menu oriental, seperti kwetiau dan dan Mie Alang Laweh, sajian lezat mi rebus yang memiliki cita rasa khas Minang Peranakan. Kelezatan menu unik Sate Padang dengan cita rasa khas Peranakan ala Cikang Resto bisa dinikmati dengan pilihan Cakwee sebagai pelengkap. Sensasi rasa 'pecinan' dari Cakwe yang ’dicocol’ dengan bumbu Sate Padang menghadirkan cita rasa yang khas dan beda dari kebanyakan bumbu sate Padang yang pernah Anda nikmati.

Lebih dari sekadar restoran ala kafe yang khas dan unik, Cikang Resto Puri Indah Mall menyajikan kekayaan dan keunikan kuliner Padang Peranakan yang selama ini belum diketahui banyak orang. Kehadiran Cikang Resto di Puri Indah Mall membuktikan sambutan hangat hadirnya Cikang Resto yang lebih dari sekadar resto makanan khas Padang ditambah sajian kuliner unik khas Minang Peranakan yang melegenda. "Cikang Resto hadir bukan hanya membawa keunikan kuliner Padang peranakan yang selama ini belum diketahui banyak orang, tapi juga berbagi kisah pembauran budaya dan makna toleransi yang layak kita jaga.” pungkas Dr. Ivan. (RO/OL-6)

Komentar