Kuliner

Berburu Kuliner Nusantara di Mal

Ahad, 5 February 2017 00:45 WIB Penulis: M-4

MI/Adam Dwi

Sambil berekreasi di pusat perbelanjaan, Anda bisa melepas rindu akan kampung halaman dengan berbagai pilihan kuliner Nusantara.

MENCARI berbagai penganan tradisional di pinggir jalan tidak semudah dulu. Jumlah pedagangnya tidak sebanyak dulu, mungkin karena regenerasinya menurun.

Beruntung, banyak mal menangkap persoalan itu. Adanya kerinduan dan permintaan makanan tradisional Nusantara membuat lazimnya ada persentase khusus kuliner Indonesia di mal. Salah satunya Pondok Indah Mall (PIM) di Jakarta Selatan. Menurut Eka Dewanto General Manager PIM, pihaknya selalu menjaga porsi gerai untuk makanan khas Nusantara.

“Dari 600 penyewa, sekira 20% itu untuk gerai makanan,” ujarnya.

Tak hanya untuk menggaet masyarakat yang merindukan cita rasa tradisional, ketersediaan tersebut juga dimaksudkan untuk wisatawan mancanegara yang ingin mengeksplorasi rasa di pusat perbelanjaan. Nah, Media Indonesia sempat ikut berkeliling ke PIM beberapa waktu lalu, berikut ini segelintir rekomendasi restoran yang bisa menjadi pilihan.

Kari Umbi

Meski namanya Kari Umbi, olahan umbi-umbian bukanlah andalan restoran satu ini. Restoran yang menawarkan makanan Nusantara yang variatif itu dimotori sesosok perempuan sederhana yang rendah
hati. Tak mau dipublikasikan namanya, sang pemilik dengan santai menceritakan mengapa nama itu dipilihnya.

“Dari dulu ada Karya Umbi (toko kudapan dan oleholeh) yang sukses dan terkenal, saya cuma pikir supaya tertular suksesnya jadi dibuatlah Kari Umbi,” ujarnya jujur.

Nah kalau ke sini, pastikan pesan nasi goreng roa. Rasanya yang khas berkat ikan roa khas Sulawesi, sangat sulit dilupakan. Menu andalan lainnya yang sering dipesan pelanggan ialah mi tektek, es cincau, dan siomay. Kalau Anda jeli memperhatikan, dari siomay Kari Umbi, Anda bisa tahu resepnya memang agak berbeda. Usut punya usut, ternyata semua menu yang ditawarkan di restoran buah kreasi pemiliknya yang belajar secara autodidak, tanpa berguru ke sumber resep aslinya.

“Biasanya ya saya kira-kira sendiri saja itu cara masaknya bagaimana dan pakai apa?” ungkapnya.

Menarik kan!

Kafe Betawi

Nah, restoran satu ini sudah banyak cabangnya. Jadi, wajar bila namanya amat familier. Mengambil
segmen kuliner khas Betawi, pilihan menunya terbilang banyak. Ada nasi pindang bandeng, asinan sayur, rujak, nasi timbel ayam empal yang dilengkapi sayur asam, garang asam iga, lumpia jakarta, soto betawi, dan seterusnya.

Untuk minuman, ada jus betawi yang berisi campuran tape dan alpukat. Harga seporsi jus betawi Rp25 ribu. Sementara itu hidanganhidangan utama rata-rata Rp50 ribu ke atas. Asinan sayur yang berisi sayuran segar dengan saus kacang pedas dan kerupuk kuning pantang untuk dilewatkan. Benarbenar menyegarkan.

Warjok Asli Sop tulang sumsum menjadi hidangan favorit saya di Warjok Asli. Kuahnya menyegarkan,
dengan isian sayuran dan kacang merah. Menariknya tak hanya di dalam tulang, sebagian sumsum dikeluarkan ke kuahnya. Hidangan ini dijamin memuaskan para pecinta sop tulang sumsum.

Ada juga ikan patin colo-colo yang bisa dipilih antara digoreng dan dibakar. Harganya sama yakni Rp64 ribu. Namun, kalau Anda hanya makan sendiri atau berdua dan takut porsi besar tak kan habis, Anda bisa pesan setengah porsi saja seharga Rp37 ribu.

Pecinta kopi juga bisa menikmati pilihan kopi Nusantara di resto ini. Menariknya, mereka membuat kopi dengan alat modern asal Jepang yang serupa alat laboratorium kimia.

Pada intinya, kopi disublim setelah dipanaskan. Dengan demikian, sama sekali tak kan ada ampas kopi yang ikut dihidangkan. (M-4)

Komentar