KICK ANDY

Setop Pernikahan Dini

Sabtu, 4 February 2017 02:00 WIB Penulis:

MI/Sumaryanto

MASALAH pernikahan dini memang tak bisa dimungkiri masih ada di sejumlah daerah.

Masalah itu pun menarik perhatian Nurul Indriani.

Dara kelahiran Grobogan, 17 Mei 1997 ini, menaruh perhatian lebih pada masalah pendidikan dan pencegahan pernikahan dini pada anak di lingkungan tempat tinggalnya.

Kiprah anak pertama pasangan Pujianto dan Siti Masa'adahini ini diawali dari keprihatinannya melihat teman-teman perempuannya yang jarang lulus SMP.

Pasalnya, anak perempuan yang mencapai usia 17 tahun dan belum menikah di kampungnya dianggap sebagai perawan tua.

Bahkan, Nurul prihatin akan kisah ibunya sendiri yang menikah diusia 15 tahun.

"Ya, saya menikah itu diusia 15 tahun, (usia) 16 (tahun) punya anak Nurul, SMP kelas dua keluar tidak lulus. Jangan seperti ibu. Yo aja nikah muda sekolah sek sing dhuwur," Kata Siti Masa'adah.

Pada 2012, Nurul dan beberapa temannya di Organisasi Persatuan Pelajar Anak Desa Padang, melakukan survei kecil-kecilan.

Alhasil mereka menemukan rata-rata sebanyak 30 anak usia 15-18 tahun, menikah setiap tahun, sedangkan di tingkat kecamatan angkanya mencapai 67 anak.

Pemikiran anak buruh tani itu akan pentingnya pendidikan sekolah formal, bahaya menikah di usia dini, dan kesenjangan ekonomi, membuat ia diundang di forum-forum berskala internasional.

Salah satunya mewakili Indonesia dan anak-anak se-Asia-Pasifik di forum internasional yang berpusat di PBB New York, Amerika Serikat.

Kampanye Nurul Indriani mengenai kesetaraan pendidikan dan pencegahan pernikahan dini di lingkungan sebayanya membuat seluruh mata dunia yang ada di PBB begitu sangat terkesan dengannya.

"Saya tidak menyangka cerita anak saya menyebar ke mana-mana, tidak menyangka," ucap ibunda Nurul.

Sosoknya yang menginspirasi ini membuat Nurul juga diundang menjadi narasumber diberbagai seminar pencegah pernikahan usia dini.

Ia juga berharap aksi kampanyenya ini dapat menginspirasi teman-temannya untuk dapat lebih peduli dengan lingkungan juga pendidikan. (Rio/M-4)

Komentar