Kuliner

Pedasnya Selera Indonesia

Ahad, 29 January 2017 00:30 WIB Penulis: THALATIE K YANI thalatie@mediaindonesia.com

MI/SUMARYANTO

MASAKAN Indonesia tentunya tidak lepas dari rasa pedas. Rasa pedas membara itu pun yang ditonjolkan di Taste ibis Jakarta Harmoni. Rasa pedas dan asam langsung terasa saat Media Indonesia mencicipi ikan nila saus mangga. Pedasnya saus sambal terasi dicampur dengan potongan mangga membuatnya segar dan menggoda lidah. Sayangnya rasa ikan nila yang panggang manis dan tidak amis itu sedikit terkalahkan oleh rasa pedas sambal. Ikan bakar tersebut tidak sendiri. Ada
nasi jahe dan potongan selada dan timun yang disusun apik. Rasa nasi jahe yang sedikit pedas tidak mengalahkan ikan bakar tersebut. Sebaliknya semakin melengkapi kenikmatan menyantap sepiring ikan nila yang dibanderol Rp65 ribu itu.

“Ini seperti tiga negara dalam satu piring. Sambal terasi dari Indonesia, mangga dengan sambal seperti Thai Beef Chili, sedangkan nasi jahe terinspirasi dari makanan Tiongkok,” ujar Senior CDP Taste ibis Jakarta Harmoni Rohmat kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu. Rohmat sengaja memilih ikan nila untuk sajian ini. Nila tidak menimbulkan aroma amis atau lumpur seperti gurame dan bawal. Meski begitu, saat menyantap ikan utuh sebaiknya berhati-hati dengan duri. Masih banyak duri yang tersembunyi di antara daging ikan.

Bila Anda kurang menyukai ikan, coba grill chicken with cheese. Potongan ayam yang dimarinasi dengan cabai merah dan madu itu dipanggang setengah matang, sebelum akhirnya ditaburi keju mozarella kemudian dimasukkan ke oven. Meski menggunakan cabai, rasa pedasnya tidak terlalu mendominasi. Ditambah gurih dari keju leleh di bagian atasnya. Sepintas sajian ini mirip dengan chicken parmigiana. “Memang (mirip) pakai keju, tapi seasoningnya berbeda. Bila parmigiana pure Western dengan bawang putih, oregano, saya menggunakan cabai merah dan madu sehingga ini merupakan perpaduan Indonesia dan Western,” ungkapnya. Sebaiknya Anda menikmati sajian ini dalam kondisi panas sehingga rasa gurih mozarella yang meleleh dengan ayam akan terasa pas. Bila sudah agak lama, keju mozarella akan mengeras dan kurang nikmat.

“Semua ini masalah timing. Saat akan dibawa baru di melt dulu kejunya sehingga tidak terlalu lama keluar sehingga mengubah warna dan teksturnya,” ujar chef Rohmat. Ayam panggang ini juga didampingi dengan potato wagdes dan sayuran yang diikat menjadi satu. Sayuran yang dipilih pun pakcoy, wortel, dan jagung muda. Sayuran itu sudah di-steam sebelumnya sehingga lembut tapi tetap masih terasa sedikit renyah untuk tekstur. Untuk menikmati ayam panggang ini Anda cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp65 ribu.

Jus sehat
Selain bertema Indonesia, restoran yang bernuansa merah dan putih itu mengikuti tren minuman sehat. Salah satunya green 45, minuman campuran brokoli, jus lemon, dan madu. Usman Yasin Harahap, Asisten F&B Mana ger Taste ibis Jakarta Harmoni, mengaku sengaja memilih brokoli karena sayuran hijau ini bagus untuk kulit, di samping memiliki vitamin A, C, dan kalsium. Saat dicicipi, rasa jus lemon yang sedikit asam dan manisnya madu langsung terasa. Brokoli seperti sensasi, tetapi dari warna minumannya tampak jelas penggunaan brokolinya cukup banyak. Usman mengaku saat pengolahan, brokolinya sudah diseduh dengan air panas terlebih dulu. “Sehingga kita 100% mentah saat diolah,” ujarnya.

“Saat ini hampir semua restoran menampilkan healty food dan drink, tapi tidak pure buah, dicampur dengan sayuran seperti cucumber (timun),” imbuhnya. Coba juga apple pen. Minuman squash ini cocok sekali diminum saat cuaca panas karena kesegaran jus apel yang dipadukan dengan jus lemon, markisa, dan soda water. Usman mengaku biasanya minuman squash itu dibuat ber-layer. Namun, untuk minuman ini ia sengaja membuatnya sederhana dengan soda water. Untuk teksturnya ia menggunakan markisa seed. (M-1)

Komentar