Features

Siapkan Payung sebelum Pensiun Tiba

Kamis, 26 January 2017 07:25 WIB Penulis:

MI/Seno

KETIKA memasuki masa pensiun, apa yang akan Anda kerjakan? Hanya duduk manis di rumah, atau tetap berakitivitas seperti membuka usaha baru. Yang jelas, apa pun pilihan Anda, sebelum pensiun, semua pekerja seyogianya sudah menyiapkan diri sejak awal. Oleh karena itu, beruntunglah mereka yang telah mempersiapkan diri sedari awal sehingga tidak terjadi kekagetan ketika menghadapinya.

Namun, yang kerap menjadi masalah ialah bila pekerja terpaksa harus pensiun dini atau lebih buruk lagi terkena PHK. Tentunya bagi yang tidak siap akan merasakan kekagetan yang luar biasa serta depresi yang mendalam sebab belum siap menghadapinya.

Menurut founder Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Ary Ginandjar Kustian, masa pensiun itu hendaknya dijalani dengan penuh kegembiraan. Untuk meraih itu, sejumlah hal perlu dipersiapkan sejak awal.

Hal pertama yang harus dipersiapkan ialah kemampuan mental. Jadi bagaimana mental menghadapi perubahan hingga di tidak guncang dan tetap stabil. Di sini faktor dari 90% keberhasilan,” kata Ary saat memberikan pelatihan kepada sejumlah karyawan perusahaan dengan tema Strategic HR management in economical crisis: Peta sukses mengelola dana, emosi, dan spiritual di Menara 165, Jakarta, kemarin.

Selanjutnya, lanjut Ary, ialah mengubah pola pikir setelah tahap pertama itu selesai.

“Setelah ini berhasil, mindset-nya kita ubah sehingga menjadi seorang yang memiliki jiwa pengusaha, kemandirian, dan perubahan itu masih ada. Kemudian skill-nya disiapkan, apakah sebagai usahawan, skill untuk memulai usaha atau mungkin skill baru agar dia tetap bekerja seperti biasanya di sisa waktu yang ada,”ucap dia.

Hal itu, kata Ary, terbentuk dari memori dalam otak kita. “Ada memory bank dalam otak kita. Itu yang mengendalikan dirinya untuk bereaksi dan merespons.”

Kemudian ada beberapa kemampuan atau kelincahan (agility) dalam menghadapi pensiun, yakni mampu bekerja sama dengan siapa pun, ataupun memahami hal yang baru dengan cepat serta mampu berprestasi dalam kondisi apa pun.

Selain Ary, pemberian motivasi dan pembekalan ESQ dilakukan Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, M Aditya Warman.

Sama halnya yang dijelaskan Ary, dalam menghadapi atau mempersiapkan pensiun, menurut dia, ada tiga fondasi yang tidak boleh dilupakan. Yang pertama ialah keyakinan untuk melakukan apa, membangun komunitas dengan minat yang sama. Setelah itu pastikan sinergi di dalam komunitas itu terjadi.

“Komunitas boleh bermacam-macam, bisa komunitas bisnis, hobi, organisasi politik, dan sebagainya. Yang penting ada sinergi,” tutup Aditya. (Adhi Muhammad Daryono/E-4)

Komentar