MI Gaya

Bungo Nagari akan Melanglang Buana

Selasa, 24 January 2017 22:01 WIB Penulis: Sri Purwandhari

Ist

SUDAH selayaknya semua produk Indonesia memberikan sentuhan yang khas dari negeri sendiri. Mengapa? Karena negeri kita kaya seni dan budaya.

Satu dari kekayaan Indonesia adalah seni sulam dari Bukittinggi, Sumatra Barat. Kali ini brand busana muslim ternama, Shafira berkomitmen untuk memberikan sentuhan sulam pada koleksi terbarunya.

"Saya senang dengan perkembangan busana muslim di Indonesia. Kaum perempuan yang memakai busana muslim makin banyak, sehingga desainer dan pedagang terus bertambah. Ini artinya terjadi pertumbuhan ekonomi," kata Fenny Mustafa, founder Shafira Corporation saat konperensi pers Road to Indonesian Fashion Week (IFW) 2017 di Jakarta, Senin (23/1).

Pada IFW 2017, Shafira akan mempertunjukkan 60 koleksi, yang terdiri dari 50 koleksi busana perempuan, dan 10 busana pria. "Kami akan tetap menampilkan koleksi yang simpel, elegan, dan modern yang menjadi ciri kami," kata Setyawan, Head of Designer Shafira.

Menurut Setyawan, proses mencari ide membutuhkan waktu kira-kira enam bulan. Namun untuk menyelesaikan pembuatan koleksi hanya butuh dua bulan. "Saya mendesain model busananya dulu, baru menentukan motif bordirnya," ujar Setyawan.

Untuk koleksi yang diberi tema Bungo Nagari itu, tak hanya sulam bayang dan sulam suji yang ditampilkan, tapi juga sulam krancang. Bahkan tak hanya sulam dan bordir yang mempercantik koleksi Shafira, tapi juga Swarovski.

"Karena hubungan Shafira dan Swarovski yang sudah terjalin dengan baik selama ini, maka kami mendapatkan desain yang terbaru," ungkap Fenny.

Dengan dipilihnya sulam dan bordir, Nevi Zuairina, istri Gubernur Sumatra Barat, menyatakan rasa bahagianya. "Kami senang sekali Shafira memilih sulam untuk koleksinya kali ini, sebab dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin sulam dan bordir di daerah kami," tutur Nevi.

"Apalagi kerja sama Shafira dengan kami berlanjut dengan akan diselenggarakannya festival sulam dan bordir di Bukittinggi pada Desember 2017. Event ini akan diikuti oleh 10 negara penghasil sulam dan semua provinsi di Indonesia," imbuh Nevi.

Untuk koleksi Bungo Nagari, Setyawan memilih bahan organza, sutra, satin, dan katun. Adapun untuk desainnya, dia memilih atasan dengan kerah V-neck yang terinspirasi dari baju kuruang basiba dan atasan berdesain asimetris. Keduanya dipadukan dengan celana panjang dan rok lebar. Koleksi ini akan dibawa ke Ceko pada Juni 2017. (X-12)

Komentar