Lingkungan

Populasi Gajah di Indonesia 'Tinggal' 1.328 Ekor

Selasa, 24 January 2017 21:35 WIB Penulis: Micom

MI/Amiruddin Abdullah

SEEKOR bayi gajah Sumatra (Elephas maximus) betina lahir di Lembaga Konservasi (LK) PT Kasianan, Kabupaten Tabanan Provinsi Bali, Minggu (22/1) pukul 23.30 WITA. Bayi gajah dengan berat badan 96 kg dan panjang 89 cm tersebut lahir dari indukan betina Helen dan jantan Ajai.

Ini merupakan bayi gajah ketiga yang lahir selama 6 bulan terakhir di Lembaga Konservasi (LK) PT Kasianan sekaligus menambah total populasi gajah captive (ex-situ) di Indonesia menjadi 1.328 ekor.

Menurut Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Djati Witjaksono Hadi, dari total populasi gajah (jantan 474 ekor dan betina 854 ekor) tersebut, 548 ekor berada di Lembaga Konservasi Khusus/Pusat Latihan Gajah/Pusat Konservasi Gajah, dan 780 berada di LK untuk kepentingan umum.

Djati menambahkan, dalam rangka meningkatkan populasi satwa gajah, Kementerian LHK telah melakukan berbagai upaya, di antaranya survei dan monitoring jumlah, distribusi, keragaman genetis populasi gajah, serta kampanye penyadartahuan kepada masyarakat.

"Upaya mempertahankan habitat gajah juga dilakukan melalui koordinasi pembangunan yang berpihak pada pelestarian populasi gajah, penanganan konflik manusia dan gajah secara ekologi, ekonomi, dan sosial, serta penegakan hukum perburuan gajah dan perdagangan gading gajah ilegal."

LK PT Kasianan (Bali Elephant Camp) sendiri berupa Taman Satwa yang berlokasi di Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Lembaga ini telah bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali dalam upaya konservasi tumbuhan dan satwa liar. (RO/X-12)

Komentar