Weekend

Bersaing di Era Otomatisasi

Ahad, 22 January 2017 10:41 WIB Penulis: MI

MI/Adam Dwi

SEBUAH ruko berinterior warna cerah di kawasan Taman Daan Mogot, Grogol, Jakarta Barat, tampak selalu ramai. Laki-laki ataupun perempuan serius bekerja di deretan meja berkomputer yang memenuhi ruangan ruko.

Itulah suasana di salah satu cabang Dumet School, sebuah lembaga kursus bidang digital. Peserta yang datang tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga Surabaya, Medan, bahkan Papua. Kondisi sama juga ditemui di empat cabang lain kursus itu yang tersebar di Jakarta dan Depok.

Pendiri Dumet School Renra Sedoya menilai antusiasme peserta itu merupakan imbas dari perkembangan dunia digital. Sektor ini menuntut keahlian baru dari angkatan kerja baik yang baru lulus sekolah maupun yang sudah berpengalaman.

"Karena itu, yang kursus di sini bukan hanya orang yang mencari kerja, melainkan juga yang dikirim kantornya, malah jumlahnya sekitar 70%. Banyakan mereka ambil kursus membuat website," tutur Renra yang di tiap cabang kursusnya punya sekitar 100 murid, Rabu (18/1).

Pemandangan di Dumet School ialah secuil gambaran yang dikemukakan International Labour Organization (ILO) tentang tuntutan era teknologi terhadap para pekerja di ASEAN. ILO menyatakan 60% pekerja di sektor padat karya Indonesia sangat rentan terhadap dampak otomatisasi. Untuk antisipasinya, pekerja harus membekali diri dengan keahlian yang dibutuhkan di era ini. Keahlian bidang digital marketing/media sosial ialah salah satunya. (Rio/M-3 )

Komentar