Tifa

Pertalian Anak Ayah

Ahad, 22 January 2017 09:00 WIB Penulis: Abdillah M Marzuqi/M-2

MI/ABDILLAH M MARZUQI

TANPA banyak deskripsi dari setiapnya, rentetan gambar itu menyiratkan satu hal. Ikatan batin dan pertalian indah antara anak dan orangtua.

Fragmen pertama dalam pameran. Dinding pembatas buatan itu juga berfungsi untuk memamerkan barang. Bermacam barang yang kebanyakan telah berusia uzur berada di situ. Kamera, film foto, tas kamera, rompi, tas selempang, dan topi pet.

Selain itu, ada bingkai kertas penghargaan jurnalistik Pena Emas teratas nama Sory Ersa Siregar. Di sampingnya ada bingkai tulisan tentang meninggalnya Sory Ersa Siregar saat bertugas yang ditulis Karen Blakeman dan dimuat dalam The Honolulu Advertiser. Menarik pula untuk menyimak foto keluarga yang masih berada dalam fragmen itu.

Berikutnya, ada foto-foto seorang anak laki-laki bernama Messi. Segala sesuatu tentang Messi menjadi indah. Bahkan, untuk apel yang pertama kali digigitnya.

Transfer pesan tentang kerinduan pada seorang begitu nyata pada bagian ini. Beragam barang peninggalan serta medium pengingat yang disertakan mampu merajut kembali kepingan tentang seseorang sekaligus potret kebersamaan antara seorang anak dan ayah.

Segala sesuatu yang ada dalam pameran itu kuat dan mengajak setiap penikmat pameran untuk masuk lebih dalam tema yang dibawa dalam pameran itu, yakni Mencari Amang di Sekolah Dolanan, Jalan Dharmawangsa VII, Jakarta Selatan, pada 7-15 Januari 2017. Pameran tunggal fotografi karya Ridhwan Siregar.

Amang atau ayah dalam bahasa Batak kerap dikaitkan dengan peran kepala keluarga sebagai pencari nafkah utama. Saat ini, karena kesibukannya, ayah memiliki waktu yang terbatas untuk bermain bersama anaknya.

Proyek foto Mencari Amang lahir dari kerinduan seorang anak kepada sosok ayah dan sebaliknya, kerinduan ayah kepada anak.
Bermula dari 2012, Ridhwan Siregar harus tinggal di Manhattan, New York, untuk menemani istrinya melanjutkan studi sebuah pilihan hidup bagi Ridhwan sebagai kepala keluarga.

Ia tinggal di sebuah apartemen di kawasan Harlem. Ia mengambil posisi untuk mengurus dan merawat anaknya, Messi. Selama hampir dua tahun, ia terus memotret kesehariannya bersama anaknya. Ia mengambil alih segala urusan mengasuh anak dan juga tekun merekam momen tersebut.

Refleksi diri

Foto-foto tersebut lalu dirangkai menjadi pameran yang bercerita tentang hubungan seorang ayah dan anak. Proses itu membangunkan ingatan Ridhwan sebagai seorang anak tentang sosok ayah yang ia rindukan kehadirannya sekaligus membangkitkan tekad Ridhwan sebagai seorang ayah untuk menjadikan dirinya sebagai ayah terbaik untuk anaknya, Messi.

"Selama mengerjakan proyek ini, saya dikejutkan dengan berbagai kesadaran yang muncul dalam diri saya. Saya diingatkan kembali masa-masa ketika baru belajar memotret. Lebih jauh lagi, proyek ini juga menjadi refleksi saya dengan amang saya," terang Ridhwan.

Melalui pengalaman dan refleksi pribadi yang disajikan melalui pameran foto ini, Ridhwan berharap para ayah dapat berusaha untuk lebih sering meluangkan waktu bersama dengan anak-anaknya.
Mencari Amang merupakan pameran tunggal pertamanya, setelah 12 tahun akrab dengan fotografi. Ridhwan memiliki ketertarikan terhadap foto jurnalistik. Sosok almarhum ayahnya, Ersa Siregar, cukup berpengaruh dalam kariernya. Ersa Siregar merupakan jurnalis senior.

Lepas dari itu, pameran foto Mencari Amang ini sedikit berbeda. Pilihan visual Iwan cenderung lebih sederhana, spontan, dan jujur. Hal remeh-temeh seperti menghabiskan waktu bersama seorang anak ternyata bisa menjadi sebuah kesenangan dan kebahagiaan seorang ayah.

"Proyek ini menjadi proses Iwan dalam memaknai hidup. Ridhwan yang merindukan sosok amang, Ridhwan sebagai amang untuk anaknya, dan bagaimana Messi melihat sosok Ridhwan sebagai amang," begitu menurut kurator pameran Arum Tresnaningtyas Dayuputri. Hubungan dan pertalian antara anak dan orangtua ialah suatu yang bersifat asli. Tidak ada suatu pun yang seharusnya bisa mereduksinya. Bukankah seharusnya begitu?

Komentar