KICK ANDY

Kita Bisa Menembus Batas

Sabtu, 21 January 2017 04:31 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

KEBIASAANNYA turun ke jalan guna menggalang dana sosial sejak kuliah dan antusiasme akan media sosial mendorong Alfatih Timur membuat terobosan dalam menggalang dana sosial secara mudah dan cepat.

Terobosan yang dapat diwujudkannya pada 2013 itu ialah penggalangan dana daring melalui Kitabisa.com.

Situs yang mewadahi penggalangan dana itu memiliki visi menggunakan orang-orang baik untuk mendonasikan bantuannya secara langsung dengan tepat dan cepat.

Beroperasi lebih dari tiga tahun, kini Kitabisa.com telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp57 miliar dan telah berhasil mendanai 3.138 kampanye.

Salah satu kampanye yang dilakukan ialah penggalangan dana untuk Hanafi, pedagang pisang yang membutuhkan kursi roda.

Ada juga Kakek Timin, pedagang alat dapur yang berhasil mendapatkan gerobak berkat dana patungan dari masyarakat.

Penggalangan dana melalui media sosial juga dilakukan untuk Zinedine Ghaidan Muttaqien.

Ia mengalami kelainan genetik langka, yaitu hampir 70% tubuhnya ditutupi bercak hitam terutama di area pundak sampai pinggang.

Pertumbuhan bercak hitam tersebut semakin menyebar di seluruh tubuh hingga ke selaput otaknya.

"Ya, alhamdulillah. Kita mendapat bantuan dari orang-orang Kitabisa. Ya ini juga di luar dugaan luar biasa banget. Saya sampai sangat terharu ternyata orang baik Indonesia, di dunia ini ternyata sangat banyak sekali. Saya tidak menyangka bisa seperti itu," ujar orangtua Zinedine, Bagus Rully Muttaqien.

Penggerak kampanye itu ialah Ibrahim.

Awalnya ia menuliskan kisah Ghaidan di situs Kitabisa.com.

Kampanye pun berlangsung sejak 14 November 2014 hingga 1 Desember 2016.

Tidak lebih dari tiga pekan donasi yang dapat dihimpun ialah sebesar Rp318 juta.

Dana tersebut pun langsung diserahkan langsung kepada keluarga.

"Ya, di luar sana itu banyak banget orang baik yang bisa saling membantu yang sebetulnya peduli dengan sesama cuma enggak tahu saja wadahnya bagaimana dan sebetulnya lewat Kitabisa ini akhirnya banyak orang yang menjadi tahu informasinya dan bisa saling membantu," pungkas Ibrahim Imaduddin Islam, relawan. (Rio/M-4)

Komentar