Megapolitan

Kuasa Hukum: Sidang Ahok Kebanyakan Saksi WA

Kamis, 12 January 2017 13:45 WIB Penulis: LB Ciputri Hutabarat

Dok. MI

JAKSA Penuntut Umum (JPU) sudah menghadirkan 8 saksi ke persidangan dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namun seluruh saksi hanya mempermasalahkan kasus Ahok berdasarkan informasi dari pesan singkat ponsel, bukan dari apa yang dilihat langsung.

"Kita ini kebanyakan saksi Whatsapp (WA) dan enggak lihat langsung," kata Tim Kuasa Hukum Ahok, Edi Damgur di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Kamis (12/1).

Sepengetahuannya, saksi yang dihadirkan seyogyanya ialah yang melihat langsung kejadian yang dilaporkan. Saksi juga harus mendengar langsung kejadian yang ia laporkan. Namun hal itu berbanding terbalik dengan saksi yang dihadirkan di sidang Ahok.

"Saat kita tanya mereka jawab semua dapat informasi dari WA. Mereka menganggap hal itu penting makanya mereka laporkan," ujar Edi.

Namun saat digali lebih lanjut, para saksi kompak menjawab informasi soal penodaan agama yang dilihat dari WA hilang. Mereka juga seragam menyebut nomor yang digunakan rusak.

"Maka secra hukum sebenarnya kesaksian demikian tak patut dipercaya dan dianggap tidak kredibel," ujar Edi.

Edi mengaku pihaknya sempat mendapat pertanyaan mengapa tim kuasa hukum mengejar pertanyaan menuju hal pribadi seperti Whatsapp. Ia menegaskan pertanyaan tersebut masih berhubungan dengan Pasal 185 KUHAP terkait kredibilitas saksi. (MTVN/X-12)

Komentar