Megapolitan

Tanah untuk Panti Jompo Dijadikan Lahan Tanam Cabai

Kamis, 12 January 2017 11:31 WIB Penulis: Intan Fauzi

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono. -- MTVN/Nur Azizah

PELAKSANA tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan Pemprov DKI akan berusaha menyeimbangkan stok komoditas cabai di lapangan. DPRD DKI, lanjutnya, mengusulkan untuk membuka lahan tanam cabai di lahan Pemprov yang tidak terpakai.

Salah satu lahan yang diusulkan yakni lahan di Ciangir, Tangerang. Lahan itu merupakan lahan yang diusulkan oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk dijadikan panti jompo. "Terkait DKI, sesuai dengan usulan DPRD untuk mengolah cabai atau penggarapan lahan tidur di Tangerang yang 11 hektare untuk cabai," kata Sumarsono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (12/1).

Menurut Soni, panggilan akrab Sumarsono, semestinya lahan-lahan yang tidak terpakai milik Pemprov digunakan untuk kepentingan-kepentingan pertanian supaya bisa menstabilkan harga bahan pangan yang tak terkendali, seperti cabai.

Pria yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri ini menilai pemanfaatan lahan tidur untuk tanam cabai bersifat mendesak. Tapi ia memastikan penanaman cabai ini hanya sementara. "Soal nanti digunakan pemanfaatannya untuk panti jompo, untuk sekolah untuk boarding school itu nanti. Ini kan sementara, bukan lahan cabai permanen, karena dia belum digunakan, ditanami cabai," jelasnya.

Ia menambahkan, penanaman cabai kemungkinan membutuhkan waktu selama tiga bulan. Untuk Ibu Kota, setahun membutuhkan stok sebanyak 120 ton cabai. Sementara ketersediaan cabai di pasar-pasar tradisional masih rendah. "Kita sekarang itu di Jakarta, di Pasar kramat jati paling rendah 40 ton, kemarin maksimum 70 ton. Jadi kurangnya masih separuh," ungkap Soni.(MTVN/OL-4)

Komentar