Internasional

Demi Patriotisme Tiongkok Ubah Tanggal Sejarah Perang

Kamis, 12 January 2017 09:30 WIB Penulis: Antara

PEMERINTAH Tiongkok akan memajukan tanggal dimulainya perang negara itu dengan Jepang pada masa Perang Dunia II lebih awal enam tahun dan akan dituangkan dalam buku teks pendidikan. Langkah tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pendidikan patriotik.

Perang China melawan agresi Jepang, nama yang diberikan Tiongkok untuk perang dengan Jepang, sekarang akan lebih lama 14 tahun yaitu sejak 1931-1945, yang sebelumnya hanya diajarkan di sekolah selama delapan tahun, demikian pernyataan Kementerian Pendidikan Tiongkok kepada sekolah-sekolah pada 3 Januari lalu.

Semua kelas, buku pelajaran dan kursus di SD, SMP, SMA dan universitas akan diubah untuk membawa mereka sejalan dengan para ahli sejarah, kata surat yang diterbitkan pada Selasa (10/1) pada akun WeChat dari Harian Rakyat, koran milik Partai Komunis Tiongkok.

Perubahan membuat insiden Mukden pada 1931, ledakan di dekat jalur kereta api milik Jepang di Tiongkok Utara yang menyebabkan invasi Jepang dan pendudukan Manchuria, menjadi titik awal untuk perang, kata Harian Rakyat.

Hubungan Tiongkok-Jepang telah lama terpengaruh oleh apa yang Tiongkok lihat sebagai kegagalan Jepang untuk menebus tindakan semasa perang. Jepang mengubah buku pelajaran sekolah pada 2016, merevisi beberapa referensi yang berkaitan dengan ke Pembantaian Nanjing 1937, mendorong Tiongkok untuk mengajukan protes resmi kepada Jepang.

Tiongkok mengatakan pasukan Jepang menewaskan 300.000 orang di kota yang kemudian menjadi ibu kota tersebut, tetapi pengadilan pasca perang yang dilakukan pihak sekutu menyebutkan korban tewas hanya sekitar setengah dari jumlah yang disebutkan itu.

Bahkan pihak konservatif Jepang mengatakan bahwa jumlah korban pembantaian adalah hasil rekayasa atau dibesar-besarkan.(OL-4)

Komentar