Features

Cara Bertutur Bisa Jadi Indikator Kondisi Pegawai

Kamis, 12 January 2017 08:57 WIB Penulis:

MI/Seno

TIDAK bisa dimungkiri lagi, semakin berkembang sebuah zaman, semakin berkembang pula teknologi yang diciptakan di dalamnya. Mulai dari ponsel, internet, hingga yang terbaru ini bernama Speech Analysis.

Penasaran, apa sih Speech Analysis itu? Ia adalah sebuah perangkat lunak yang diciptakan untuk melakukan analisis terhadap cara seseorang bertutur kata. Tidak hanya berfungsi untuk perusahaan yang sedang mencari karyawan, tapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, mengetahui level stres karyawan, serta mendapatkan promosi kenaikan pangkat.

Cara kerjanya cukup sederhana. Ia cukup bertanya, ‘Bagaimana Anda bersantai di hari Minggu? Seperti apa liburan terakhir Anda?’, dan sebagainya.

Namun, sesederhana apa pun pertanyaan-pertanyaan itu terdengar, pekerjaan Anda berikutnya mungkin tergantung pada bagaimana Anda menjawab.

Yang jelas, apa yang Anda jawab tidaklah penting, yang penting ialah bagaimana cara Anda menjawab. Karena, begitulah cara kerja Speech Analysis itu.
Penggunaan alat ini sendiri dinilai efektif, ketimbang menggunakan kuesioner daring yang melelahkan atau melakukan tes psikometri.

Beberapa perekrut kini telah meminta calon karyawan untuk menghubungi nomor telepon, membuat kode pin pribadi, dan menjawab serangkaian pertanyaan yang diajukan komputer.

Perangkat lunak ini dinilai sangat efektif dalam membantu perusahaan. Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah lama menggunakan sistem algoritma komputer untuk memindai daftar riwayat hidup seorang pelamar untuk memilih kandidat terbaik untuk sebuah posisi pekerjaan. Sekarang, penggunaan teknologi bergerak ke tingkat lain.

“Tidak ada orang di dunia ini yang akan mampu menganalisis begitu banyak aspek kepribadian, keterampilan, dan berbicara hanya dalam 15 menit,” kata Mario Reis, Co-Founder Precire Teknologi di Aachen, Jerman.

Reis mengatakan, perangkat Speech Analysis miliknya telah digunakan untuk sebuah perusahaan raksasa bernama Randstad, yang merupakan perusahaan transportasi dan layanan asuransi kendaraan.

Di samping itu, keuntungan lain menggunakan perangkat ini ialah, analisis berbasis komputer tidak dipengaruhi aspek seperti jenis kelamin, usia, atau penampilan, sehingga hasilnya sangat objektif.

Namun, bukan berarti program datang tanpa risiko. Menurut Pelatih dan Konsultan Karir Matthias Martens dari Martens & Friends di Hamburg, Jerman, dilihat dari sudut pencari kerja, ia menilai lebih banyak mudarat. Menurutnya, orang-orang dapat mengubah cara bicara mereka untuk mencoba memanipulasi hasil. (Anastasia Arvirianty/E-4)

Komentar