Ekonomi

Realisasi Repatriasi di Bawah Ekspektasi

Kamis, 12 January 2017 08:57 WIB Penulis: Dero Iqbal Mahendra

MI

HINGGA awal Januari 2017 ini Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan mengungkapkan dana repatriasi yang sudah masuk ke 21 bank persepsi baru sebesar Rp112 triliun dari komitmen Rp141 triliun yang sudah tercatat hingga 31 Desember 2016.

Artinya, ada selisih sebesar Rp29 triliun yang tak jadi masuk ke Tanah Air dari komitmen repatriasi yang tercatat berdasarkan surat pernyataan harta (SPH) hingga 31 Desember 2016.

“Kita akan teliti dulu apakah memang betul mereka tidak jadi merealisasikan repatriasinya, tetapi kalau memang mereka tidak direalisasikan tentu akan sesuai dengan ketentuan saja yang ada sesuai dengan Pasal 13 UU Amnesti Pajak, yakni (mereka) dikenai tarif normal,” papar Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Menurut Hestu, meski waktu untuk realisasi komitmen repatriasi sudah terlewat, Ditjen Pajak tidak akan memperpanjang batas waktu realisasi komitmen sebab akan berpotensi melanggar UU. Adapun bagi yang ingin melakukan repatriasi kembali bisa mengikuti tarif yang berlaku pada periode ke tiga ini.

“Mungkin mereka sudah merealisasikan repatriasinya di bulan-bulan awal. Namun, jika memang tidak merealisasikan kita belum mengetahui penyebab nya. Untuk itu kita harus teliti dulu siapa siapa yang tidak jadi merealisasikan repatriasinya dan dari hasil itu baru akan terlihat penyebabnya,” jelas Hestu.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, pemerintah sudah membuat aturan dan melakukan sosialisasi, hingga melakukan kampanye terkait repatriasi. Tetapi, pada akhirnya hal tersebut memang bergantung dari kesadaran para pengusaha. “Kalau mereka tidak ada yang melaksanakan, yah nanti akan kita cari solusinya,” jelas Darmin.

Untuk solusinya sendiri bisa dicari dengan jalan lain, sebab pajak memiliki kewenangan yang besar. Misalnya saja pemerintah tentu akan melakukan pengaktifan pembuatan basis data yang baik untuk mengetahui potensi pajak.

Dalam kesempatan yang berbeda Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahar-gyo mengungkapkan sejauh ini dana repatriasi yang sudah masuk ke BRI hingga Selasa kemarin sebesar Rp12,2 triliun. Dirinya sendiri optimistis dana tersebut masih akan meningkat sebab saat ini masih terdapat kesempatan pada periode ketiga.
Banyak faktor

Melesetnya realisasi dari komitmen repatriasi oleh para pengusaha dipandang Sekretaris Umum Apindo Suryadi Sasmita bisa dipicu berbagai faktor. “Salah satunya, awalnya(pengusaha) kemungkinan dipastikan bisa mendapatkan uangnya ternyata tidak bisa, sehingga mau tidak mau mereka dari (mengubah) repatriasi menjadi deklarasi,” terang Suryadi saat dihubungi, kemarin.

Contoh lainnya, lanjut Suryadi, hal itu disebabkan karena tidak terjualnya properti atau aset para pengusaha yang berada di luar negeri hingga batas waktu yang ditentukan, meski mereka sudah mempersiapkan penjualan aset tersebut. Adapun faktor ketiga menurut Suryadi disebabkan karena belum cukup menariknya kondisi Indonesia khususnya dalam memutar uang yang akan direpatriasikan nantinya.

“Mengingat saat ini kondisi bisnis sedang tidak begitu baik, khususnya dengan menghangatnya suasana perpolitikan, sehingga mereka berpikir lebih baik (dana) ditaruh di luar negeri dahulu. Bila sudah jelas bisnisnya apa, baru akan dibawa ke Indonesia,” terang Suryadi. (E-2)

Komentar