Ekonomi

Kontrak Baru WTON Rp6,01 T

Kamis, 12 January 2017 08:47 WIB Penulis:

ANTARA/M Agung Rajasa

ANAK usaha PT Wijaya Karya (persero) Tbk, yaitu PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), meraup kontrak baru sebesar Rp6,01 triliun sepanjang 2016. Pencapaian itu meningkat 73% jika dibandingkan dengan perolehan kontrak baru pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,48 triliun.

Direktur Utama Wika Beton Wilfred mengungkapkan pencapaian kontrak baru di 2016 tersebut melebihi target yang ditetapkan korporasi untuk tahun anggaran bersangkut­an, yaitu Rp4 triliun. “Ini seiring dengan percepatan pembangunan dan meningkatnya investasi bidang infrastruktur baik yang dimiliki pemerintah maupun pihak swasta,” kata Wilfred dalam keterangan persnya, seperti dilansir Metrotvnews.com, kemarin.

Kontrak baru yang diraih, diakui Wilfred, sebagian besar diperoleh dari induk usaha Wijaya Karya, mencapai 42,41%. Kemudian dari swasta telah didapatkan sebanyak 39,9%, BUMN 14,13%, dan pemerintah sebanyak 3,49%.

Soal kontrak baru yang didapatkan dari beberapa proyek, Wilfred menguraikan, terdiri dari proyek Jalan tol Balikpapan-Samarinda, flyover Semanggi-Jakarta, LRT Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun, perlindungan pengaman pantai Jakarta, dan Bogor Outer Ringroad seksi 2.

Setelah itu, WTON juga menggarap proyek jalan layang nontol Tendean Ciledug paket Kebayoran Lama-Seskoal, proyek MRT Jakarta seluruh produk pracetak li­ning bawah tanah dan flyover, automated person mover system (APMS) Bandara Soekarno-Hatta, jalan layang kereta api Medan-Bandar Halifah, dan terakhir ada power plant di Jakarta, Jawa Tengah, dan Sumatra Utara.

Sebelumnya, induk usaha WTON, yaitu Wijaya Karya, mengaku optimistis meraih total kontrak keseluruhan di 2016 sebesar Rp82,3 triliun, atau naik hampir Rp1 triliun bila dibandingkan dengan target awal kontrak yang dihadapi sebesar Rp81,5 triliun di tahun ini.

Emiten berkode WIKA itu membidik kontrak yang di­hadapi sebesar Rp81,5 triliun di 2016. Jumlah kontrak tersebut terdiri dari kontrak baru sebesar Rp52,8 triliun dan carry over 2015 sebesar Rp28,67 triliun. (E-1)

Komentar