Ekonomi

Varia Usaha Sasar Pertumbuhan 60%

Kamis, 12 January 2017 08:46 WIB Penulis:

PT Varia Usaha, salah satu anak usaha PT Semen Indonesia (persero) Tbk bagian distributor semen dan berbagai produk turunannya, menargetkan peningkatan penjualan sebesar 60% di 2017 jika dibandingkan dengan 2016. Untuk itu, Varia Usaha akan membangun sekurangnya 10 unit kantor dan gudang sejenis di berbagai wilayah pemasaran PT Semen Indonesia.

”Kami akan membangun tambahan 10 unit kantor, gudang semen dan nonsemen di berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Kalimantan pada 2017,” ucap Direktur Utama PT Varia Usaha Sumarwanto seusai meresmikan penggunakan kantor, gudang semen dan nonsemen Bidang Usaha Perdagangan Bahan Bangunan (BU PBB) di Gulomanung, Gresik, Jawa Timur, kemarin.

Selama 2016 Varia Usaha mendapatkan total penjualan Rp4,3 triliun dan ditargetkan bertumbuh 60% dari pendapatan tahun lalu. Oleh karena itu, imbuh Sumarwanto, bertambahnya gudang diharapkan bisa meningkatkan cadang­an atau stok semen sehingga tidak menumpuk di pabrik.

“Saat ini kami sudah punya cabang 50 gudang dan 45 gudang di Jawa Timur. Pada 2017 kami target tambah 10 lagi dengan sistem sewa dan beli di berbagai wilayah,” tuturnya.

Salah satu gudang dan kantor yang saat ini sudah diresmikan ialah gudang di Gulomantung Gresik yang dibangun di atas lahan seluas 11 ribu m2 dengan menelan investasi sebesar Rp7,5 miliar.

Gudang Gresik itu terdiri dari gudang semen seluas 720 m2, gudang semen jumbo seluas 768 m2, gudang nonsemen seluas 432 m2, dan kantor seluas 126 m2.
“Kantor dan gudang Gulomantung Kebomas ini diposisikan untuk menambah sarana operasional BU PBB Gresik yang ada di Golokan Sidayu Gresik,” imbuhnya.

Ia berharap keberadaan kantor dan gudang Gulomantung Kebomas dapat memperkuat daerah pemasaran semen zak wilayah Gresik kota dan sebagian wilayah Surabaya bagian barat, serta diharapkan dapat menunjang daerah pemasaran luar pulau.

Saat ini, SMI memiliki 73,65% saham Varia Usaha setelah melakukan akuisisi saham milik Dana Pensiun Semen Gresik (DPSG) senilai Rp475,1 miliar pada akhir 2016 lalu. (Ant/E-3)

Komentar